Gang Besar

1000 Tahun
ilustrasi disway.(net)
0 Komentar

Di antara tempat pesta dan bangunan kelenteng itu ada gundukan tanah. Saya tahu maksud gundukan itu: agar seperti ada gunung di belakang bangunan induk kelenteng. Kawasan ini tanahnya datar. Kelenteng ini di tanah datar.

Padahal bangunan kelenteng –juga rumah orang Tionghoa– sebaiknya memenuhi prinsip ini: “bersandar ke gunung, memandang laut”. Kokoh dan damai. Maka dibuatlah seolah kelenteng ini bersandar ke gunung.

Malam itu terlalu asyik di kelenteng marga Chu ini. Lain kali ingin ke kelenteng marga yang lain. Hari pun kian larut.

Baca Juga:Pemkot Bandung Siapkan 226 Isoter Antisipasi Lonjakan Covid-19Doa Wadas

Jadwal sepak bola terlewatkan. Besok paginya harus berangkat pagi-pagi ke Jambi – dengan mental baja: siap termehek-mehek 9 jam di jalan. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

0 Komentar