Bupati Cianjur Layangkan Surat ke Pemprov Jabar, Minta Jalan Rusak di Wilayah Selatan Diperbaiki

Bupati Cianjur Layangkan Surat ke Pemprov Jabar, Minta Jalan Rusak di Wilayah Selatan Diperbaiki
JALAN RUSAK: Jalan provinsi yang membentang di wilayah selatan Cianjur, tepatnya di Kecamatan Pagelaran saat ini kondisinya rusak, sehingga menghambat arus lalulintas terutama perekonomian.
0 Komentar

“Saya sudah menyampaikan langsung ke pak Wagub Jabar, karena jalan tersebut milik Provinsi. Begitu juga pak Bupati sudah menyampaikan ke Gubernur Jabar,” paparnya.

Mulyana mengungkapkan, defisit anggaran pasca dihantam Covid-19 tidak hanya di alami oleh Pemkab Cianjur saja, namun Pemprov Jabar.

“Perlu diketahui, pada saat Covid-19 melanda, begitu banyak anggaran yang dialihkan untuk penanganan kesehatan. Sehingga berdampak pada pembangunan,” katanya.

Baca Juga:Lagi, Pelajar Menantang Maut Demi Sekolah di Cianjur, Begini Kondisi JembatannyaNakes Terbatas, Dinkes Cianjur Kewalahan Kejar 60 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua untuk Umum

Disisi lain, Pengamat Ruas Jalan Sukanagara-Sindangbarang UPTD Dinas PU Binamarga Provinsi Jabar, Bubun Bunyamin, mengatakan, total jalan provinsi yang rusak di wilayah selatan Cianjur, sekitar 15 kilometer karena usia jalan yang sudah melebihi batas yang seharusnya dibangun total setelah lima tahun.

“Belasan kilometer itu, dari Sukanagara sampai Sindangbarang, belum dari Sukanagara ke Cibeber. Kalau dihitung mungkin lebih dari puluhan kilometer. Usia jalan yang baik selama lima tahun, setelah itu, harus dibangun kembali karena jalan yang membentang di selatan sudah berusia lebih dari 5 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, banyaknya jalan provinsi yang rusak di selatan Cianjur karena intensitas hujan yang cukup tinggi dan truk besar melebihi kapasitas yang melintas.

“Kami sedang mengupayakan perbaikan cepat setelah turun anggaran,” katanya.

Terpisah, Tokoh warga Cianjur selatan, Jaelani, mengatakan, rusaknya jalan provinsi menuju selatan Cianjur mencapai puluhan kilometer yang membentang dari Kecamatan Cibeber hingga Naringgul. Kondisi ini, menurutnya, sudah terjadi sejak lima tahun lebih sehingga warga berharap Pemprov Jabar segera melakukan perbaikan.

“Ini sudah banyak dikeluhkan warga di selatan Cianjur, sehingga program pembangunan dan perekonomian terhambat, termasuk pengembangan obyek wisata baru di sebagian besar kecamatan di selatan Cianjur,” tuturnya.

Jaelani menegaskan, warga berharap pembangunan jalan utama penghubung antar kecamatan itu segera dibangun agar perekonomian warga terutama untuk menjual hasil bumi ke pusat kabupaten dan luar kota dapat berjalan lancar.(mg1/yis/hyt)

0 Komentar