oleh

Pemkab Cianjur Larang Resepsi Pernikahan, Begini Tanggapan Pengusaha WO

Cianjurekspres.net – Pengusaha Wedding Organizer (WO) atau panitia pernikahan, meminta kelonggaran dari Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait surat edaran yang melarang adanya acara resepsi pernikahan karena berpotensi menciptakan kerumunan.

Hal tersebut diungkapkan para pengusaha wedding organizer lantaran pada akhir pekan ini semua persiapan telah selesai dilakukan untuk menggelar acara. Mereka curhat bukan bermaksud menentang kebijakan atau surat edaran tersebut, namun karena semua persiapan sudah dilakukan selama sebulan terakhir dan surat edaran larangan baru keluar.

“Bukan kami tak menghormati surat edaran yang keluar kemarin, tapi semua persiapan untuk akhir pekan ini sudah selesai tinggal memulai, jadi kami akan tetap melangsungkan acara dengan tetap mengedepankan dan merujuk kepada surat himbauan yang kami terima dengan lebih memperketat prokes serta mengurangi jumlah undangan,” ujar Dede Kurnia atau yang akrab disapa Aang Catering saat ditemui di kawasan Panembong dilansir dari Harian Umum Cianjur Ekspres, Kamis (10/6).

Aang mengatakan, pekan depan pihaknya bersama dengan rekan sesama pengusaha wedding organizer akan memohon audiensi dengan Bupati Cianjur untuk meminta kelonggaran dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap even.

“Selama ini protokol kesehatan selalu kami terapkan, pekan depan kami juga sudah mengajukan untuk audiensi dengan Bupati Cianjur, semoga ada celah bagi kami untuk tetap memutar roda perekonomian,” katanya.

Baca Juga: 28 Warga Positif Covid-19 Usai Hadiri Hajatan, Pemkab Cianjur Larang Resepsi Pernikahan

Menurutnya, setelah pandemi menggempur usaha panitia pernikahan selama setahun terakhir, awal tahun ini para vendor pernikahan kembali mulai merintis. “Kami baru bangkit dari keterpurukan, tentu banyak jadwal ulang yang baru kami laksanakan setelah setahun kemarin tak bisa menggelar acara,” ucap Aang.

Aang berharap, pemerintah bisa memberi kelonggaran dengan catatan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.

Hal senada disampaikan oleh Fauzi Derajatulloh seorang vendor fotografer acara pernikahan. Ia mengatakan, sisi perekonomian yang dilibatkan dalam wedding organizer cukup banyak.

“Satu acara pernikahan bisa melibatkan banyak vendor, ada sisi perekonomian yang bergerak di dalamnya, nanti kami juga akan memohon kepada pemerintah untuk memberi kelonggaran meski harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, hal yang sulit untuk vendor adalah mengembalikan psikologis keluarga calon pengantin untuk menggelar acara pernikahan.

Baca Juga: Bupati Cianjur Terbitkan SE Larangan Kegiatan Berpotensi Kerumunan, Ini Pesan Fraksi PKS

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Bupati Cianjur Herman Suherman menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai Larangan Untuk Melaksanakan Segala Bentuk Kegiatan yang Berpotensi Menciptakan Kerumunan dan Keramaian. SE bernomor 003/3780/KESRA tertanggal 8 Juni 2021 ini diterbitkan setelah kasus klaster hajatan yang ada di Kecamatan Cibinong.

Dalam SE tersebut, Herman menekankan lima hal dalam menekan angka penyebaran virus corona di Kabupaten Cianjur, diantaranya untuk sementara tidak diperkenankan menyelengarakan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan atau keramaian sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kedua, melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan di ingkungan sekitar dan tempat ibadah masing-masing. Ketiga, untuk acara keagamaan agar membatasi peserta sebanyak 50 persen dari kapasitas fasilitas yang tersedia.

Keempat, untuk acara resepsi pernihakan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan dan hanya boleh melaksanakan akad nikah yang dihadiri oleh pihak keluarga.

Kelima, agar senantiasa melaksanakan dan mensosialisasikan 5M (Mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas) dan 3T (Tracing, Tracking, dan Testing).

Herman mengatakan, dari kasus klaster hajatan di Cibinong, ada 28 orang yang terpapar Covid-19. Kasus itu lah yang membuatnya mengeluarkan SE tersebut.

“Kami mengeluarkan instruksi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur hati-hati dengan resepsi pernikahan, hati-hati pada kerumunan wisata, hati-hati juga dengan rapat, kita batasi hanya 50 persen dengan cara itu kita pertahankan zona kuning,” ujarnya. (job3/yis/sri/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *