Dita Karang Jadi Idol di Korea Untuk Meringankan Beban Orangtua

Dita Karang Jadi Idol di Korea Untuk Meringankan Beban Orangtua
ilustrasi (net)
0 Komentar

 
Cianjurekspres.net – Gadis 23 tahun asal DIY Yogyakarta, Dita Karang, masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia.
Bagaimana tidak, dirinya menjadi wanita pertama asal Indonesia yang berhasil debut dengan menjadi salah satu member Secret Number dibawah Vine Entertaiment.
Melalui live instagramnya bersama Dian Sastrowardoyo, Dita mengklarifikasi pertanyaan netizen yang menyebut dirinya berhasil debut karena latarbelakang keluarganya yang berada.
“Aku sebenarnya ingin sebisa mungkin meringankan beban orangtua,” ujar Dita sambil tersenyum.
Bungsu dari dua bersaudara itu lulusan American Musical and Dramatic Academy (AMDA), salah satu sekolah performing arts bergengsi di New York. Dita mengaku mendapat beasiswa untuk kuliah dua tahun di situ.
Setelah lulus pada 2017, perjuangannya menjadi entertainer tidak mudah. Sebelum memutuskan terjun ke dunia hiburan Korea, perempuan yang menguasai balet, ballroom dance, dan tari Bali itu mencoba berbagai audisi di New York.
“Mulai dari broadway sampai pertunjukan kecil. Aku sempat dapat bagian untuk peran kecil, nggak bisa yang besar,” ujar Dita, mengenang masa perjuangannya di New York.
Dita mengaku hampir menyerah. Akhirnya, dia berganti haluan ke musik K-pop. Dia mencoba sejumlah audisi yang diadakan agensi hiburan Korea Selatan di sebuah klub tari di sana.
“Sempat juga ikut audisi Big 3 (SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment, Red), tapi pas itu yang tertarik malah Vine Entertainment,” ungkap Dita, menyebut nama agensi yang kini menaungi Secret Number, idol group-nya.
Sayang, sempat tak ada kabar lagi dari Vine Entertainment. Gadis penggemar girlband TWICE itu pun memberanikan diri ke Korea Selatan untuk bergabung dengan 1MILLION Dance, klub tari kondang yang sering mengunggah video dance.
“Nah, pas di Korea, aku ikut audisi lagi dan kali ini diterima sama VINE,” ungkapnya.
Diterima di sebuah agensi belum jadi garis finis. Selama dua tahun harinya dipenuhi dengan latihan, latihan, dan latihan. Mulai menari, menyanyi, hingga bahasa Korea.
Dita menyebut hari-harinya sebagai trainee cukup melelahkan fisik maupun mental. Tubuh dipaksa kerja keras menguasai keterampilan performing, sedangkan mental diuji dengan berbagai pemikiran.

0 Komentar