oleh

Dishub Cianjur Batal Edarkan Surat Penghentian Operasional Bus AKAP, Kenapa?

Cianjurekspres.net – Angkutan umum bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Cianjur menuju Jakarta dan sebaliknya saat ini masih tetap beroperasi keluar masuk Kabupaten Cianjur.

Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur pun angkat bicara terkait hal ini. Kepala Bidang Angkutan, Hendra Wira Wiharja mengatakan, pihaknya sempat membuat surat edaran terkait pemberhentian operasional bus AKAP.

Namun, aturan tersebut akhirnya ditarik kembali dan tidak diizinkan oleh Kementerian Perhubungan dengan alasan beberapa pertimbangan.

“Sebenarnya per tanggal 30 Maret 2020 kemarin sudah dibuat suratnya, hanya saja malamnya tidak diizinkan oleh Dephub, dibatalkan,” katanya saat dihubungi cianjurekspres.net, Jumat (3/4/2020).

Hendra menyebutkan, hanya ada pembatasan bagi setiap pengusaha angkutan yang beroperasi setiap harinya. Per hari maksimal hanya 10 angkutan atau kendaraan yang beroperasi.

“Jadi tetap diizinkan, namun ada pembatasan seperti per hari maksimal untuk 10 angkutan saja,” terangnya.

Namun melihat kondisi sekarang di lapangan, Hendra menuturkan, sudah sangat sepi penumpang, sehingga bus angkutan tidak banyak menarik penumpang seperti biasanya.

“Walaupun dibatasi, tapi kenyataannya juga sekarang sudah menurun angka penumpangnya. Karena di daerah Jakartanya sendiri sudah banyak yang diperintahkan untuk karantina atau isolasi warganya,”jelasnya.

Hendra menambahkan, pihaknya khawatir dengan Cianjur yang menjadi jalur perbatasan antar kota-kota lain yang memungkinkan terjadinya penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, beberapa bus di antaranya memuat penumpang yang berdatangan dari daerah terdampak dan selalu melintas wilayah Kabupaten Cianjur.

“Ya saya juga mengkhawatirkan. Karena kita tahu banyak sekali bus antar kota yang melintasi jalur Cianjur. Bisa saja ketika datang penumpang dari daerah yang terdampak dan sempat berdekatan dengan orang Cianjur yang akan pulang misalnya,”sambungnya.

Oleh sebab itu, pihaknya juga telah gencar mengimbau para pengusaha angkutan untuk melakukan sterilisasi kendaraan terlebih dahulu sebelum beroperasi.(Rida R Azizah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *