Ruang Kelas SDN Sukagalih II Nyaris Ambruk, Kang Lepi ke Pemkab: Prioritaskan Anggaran Perbaikan

Ruang Kelas SDN Sukagalih II Nyaris Ambruk, Kang Lepi: Prioritaskan Anggaran Perbaikan
Kondisi tiga ruang kelas di SDN Sukagalih II yang berlokasi di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur kondisinya cukup memprihatinkan bahkan nyaris ambruk.(foto/ist)
0 Komentar

CIANJUR – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah menyoroti serius kondisi tiga ruang kelas SDN Sukagalih II di Desa Sukanagalih, Kecamatan Takokak yang nyaris ambruk.
Kang Lepi sapaan akrabnya, meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk lebih serius lagi memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan seperti ruang kelas serta fasilitas lainnya.
“Saya minta agar alokasi anggaran untuk perbaikan ruang kelas menjadi prioritas. Sehingga dimasa mendatang tidak ditemukan lagi ruang kelas belajar dalam keadaan rusak seperti saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima cianjurekspres.net, Sabtu (4/1/2020).
Menurutnya, kondisi ruang kelas yang layak membuat para siswa nyaman saat mengikuti kegiatan belajar. “Sehingga pada akhirnya akan berdampak terhadap meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan,” tandas Kang Lepi.
Diberitakan sebelumnya kondisi tiga ruang kelas di SDN Sukagalih II yang berlokasi di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur kondisinya cukup memprihatinkan bahkan nyaris ambruk.
Baca Juga: Kang Lepi: Perda Pendidikan Sudah Ada, Apalagi yang Jadi Masalah?
Meski demikian, pihak sekolah terpaksa tetap menggunakan ketiga ruang kelas tersebut untuk kegiatan belajar mengajar meski para murid dihantui rasa was-was.
Informasi yang diperoleh Cianjur Ekspres, ketiga ruang kelas tersebut rusak dari mulai bagian atap, keramik di lantai yang sudah habis hingga dinding kelas.
“Sebelumnya telah dilakukan pengajuan rehab terhadap dinas terkait, namun nampaknya tidak diperhatikan,” kata Dedi Hindarsah Guru SDN Sukagalih II, Kamis (2/1/2020).
Baca Juga: Ruang Kelas SDN Sukagalih II Takokak Cianjur Nyaris Ambruk, Ini Tanggapan Dewan dan Disdik
“Sekolah pernah di rehab tahun 2008, sampai sekarang belum di rehab lagi. Ruang kelas yang rusak yakni kelas satu, dua dan tiga. Sementara untuk kelas empat, lima dan enam masih layak untuk digunakan,” sambung Dedi.
Dirinya mengaku khawatir sewaktu-waktu atap kelas rubuh dan menimpa siswa. Solusinya, kegiatan belajar mengajar untuk murid kelas satu dan dua digilir, pagi dan siang. Begitu juga dengan ruang kelas tiga, tetap dipakai meski sudah tidak layak.

0 Komentar