Sepekan Dua Kasus, Dinkes Angkat Bicara Soal Keracunan Makanan di Sukanagara

Sepekan Dua Kasus, Dinkes Angkat Bicara Soal Keracunan Makanan di Sukanagara
0 Komentar

CIANJUR – Kasus keracunan makanan yang terjadi dua kali sepekan ini di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur menyita perhatian banyak pihaknya. Penyebabnya apakah karena proses pengolahannya yang kurang baik atau kondisi bahan baku makanan kurang bagus.
Seperti diketahui,kasus keracunan pertama terjadi pada Selasa (29/10) yang mengakibatkan 29 siswa SD dan TK dibawa ke Puskesmas, diduga usai mengkonsumsi jajanan berupa makaroni dan cireng. Berselang dua hari kemudian, tepatnya, Kamis (31/10/2019) pagi, sebanyak 19 warga Kampung Cikadu, Desa Sukarame mengalami kasus serupa yang diduga usai menyantap makanan dalam acara syukuran.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Neneng Efa Fatimah pun angkat bicara. Menurutnya, kasus keracunan makanan kerap disebabkan oleh bahan makanan yang kurang bagus dan proses pengolahan yang tidak steril.
“Untuk yang keracunan siswa masih kami dalami penyebabnya, sampel makanan sedang diuji labolatorium. Sedangkan untuk yang di Sukarame petugas Dinkes masih melakukan pemeriksaan ke lapangan,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (31/10/2019).
Selain itu, lanjut Efa, penggunaan bahan baku instan berpotensi menyebabkan keracunan. Hal ini disayangkan dirinya, karena warga saat ini lebih memilih bahan instan dalam memasak makanan, baik untuk dijual ataupun dibagikan dalam sebuah acara.
“Keracunan itu ada yang disebabkan proses pengolahannya dan bahan makanan, tapi yang paling banyak itu diakibatkan bahan makanan yang kurang bagus. Kebanyakan sekarang yang digunakan bahan baku instan yang mengandung kimiawi. Itu yang berpotensi menyebabkan keracunan,” kata dia.
Sebagai antisipasinya, Dinkes Cianjur menggencarkan sosialisasi ke setiap daerah, baik langsung oleh dinas ataupun melalui petugas Puskesmas. Salah satu materinya, ungkap Efa, yakni terkait penggunaan bahan makanan dan proses pengolahan yang harus diperhatikan supaya tidak menimbulkan bakteri ataupun mengakibatkan keracunan.
Khusus pada pelajar, tambah Efa, para siswa diimbau untuk tidak jajan sembarangan. Terlebih jika makanan yang dijual tidak steril dalam proses pengolahan dan penyajiannya. Selain itu, apabila warna makanan mencolok pun baiknya dihindari, sebab dikhawatirkan bukan menggunakan pewarna makanan.

0 Komentar