Ridwan Kamil Paparkan Sejumlah Inovasi Jawa Barat kepada Lemhannas

Ridwan Kamil Paparkan Sejumlah Inovasi Jawa Barat kepada Lemhannas
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima dan memberikan arahan kepada peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan 59 Tahun 2019 Lemhanas RI, di RR Sanggabuana, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/7).
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima dan memberikan arahan kepada peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan LIX Tahun 2019 Lemhannas RI di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/7).

Dalam pertemuan tersebut, Emil – demikian Ridwan Kamil disapa —memaparkan sejumlah program dan inovasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Dia juga menjelaskan beberapa problem Pemprov Jawa Barat dan cara penyelesaiannya.

Ketimpangan ekonomi, misalnya, diselesaikan dengan sejumlah program yang fokus pada pembangunan desa, seperti One Village One Company (OVOC) dan Desa Digital. Emil pun menjelaskan program strategis Pemprov Jawa Barat di sektor pariwisata.

Baca Juga:Penetapan Anggota DPRD 2019/2024 Batal DilakukanSmanda Tawarkan Empat Program Unggulan

Nantinya, program dan inovasi yang dipaparkan Emil menjadi bahan bagi peserta SSDN Lemhannas RI dalam menyusun rekomendasi untuk Presiden RI.

“Saya ceritakan juga problematika Jawa Barat, seperti urusan fiskal tadi. Dibantu oleh Lemhanas untuk lobi Pemerintah bahwa fiskal berdasarkan populasi daerah (karena saat ini masih berdasarkan jumlah daerah),” kata Emil.

Selain itu, kata Emil, pihaknya menceritakan sejumlah kondisi di Jawa Barat, mulai dari ekonomi sampai politik. Menurutnya, para peserta SSDN Lemhannas RI tertarik dengan isu sosial dan politik di Jawa Barat serta bagaimana cara menyelesaikannya.

“Kedua, menceritakan isu-isu, mereka lebih tertarik dengan isu sosial politik. Ini menandakan dalam sisi politik, Jawa Barat menjadi perbincangan. Tiap lima tahun ganti partai pemenangnya, kemudian juga isu politik identitas,” katanya.

“Tugas saya menihilkan hal-hal negatif dan memaksimalkan hal-hal positif. Hal-hal positif kebanyakan datang dari ekonomi dan pariwisata,” tutupnya.(rls)

0 Komentar