Harus Lewati Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal di Rantau Prapat, Kepala Unit BRI Menemani UMKM untuk Naik Kelas

Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, M A Hasibuan
Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, M A Hasibuan
0 Komentar

CIANJUR EKSPRES – Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika M A Hasibuan mulai menempuh perjalanan menuju wilayah tempat nasabahnya menjalankan usaha. Jalan yang belum sepenuhnya beraspal menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika hujan membuat sejumlah ruas berubah menjadi medan berlumpur. Di beberapa titik, keterbatasan jaringan komunikasi juga menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Hasibuan. Sebagai Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, ia justru memilih untuk lebih dekat dengan masyarakat. Hampir dua tahun menjalankan tugas tersebut, ia rutin turun ke lapangan untuk menemui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melihat langsung kondisi usaha, mendengarkan persoalan yang dihadapi, serta memahami kebutuhan mereka.

Bagi Hasibuan, perjalanan menemui nasabah bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Di setiap kunjungan, ia menemukan cerita tentang masyarakat yang berusaha mempertahankan usahanya, pedagang yang ingin menambah modal, hingga keluarga yang menggantungkan penghidupan dari usaha yang dibangun dengan penuh ketekunan.

Baca Juga:Fokus Berkendara Adalah Kunci, Hindari Aktivitas yang Mengalihkan PerhatianKepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana, DPK BRI Capai Rp1.580 Triliun dan Didominasi CASA

“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.

Menurut Hasibuan, kebutuhan pelaku usaha tidak selalu dapat terlihat dari dokumen atau angka dalam pengajuan pembiayaan. Dengan melihat langsung aktivitas usaha dan berdialog dengan nasabah, ia dapat memahami kondisi mereka secara lebih utuh sehingga pembiayaan maupun solusi yang diberikan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, ia berupaya membangun hubungan yang dekat dengan nasabah. Tidak hanya membahas kebutuhan modal, Hasibuan juga mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan.

Baginya, akses terhadap modal merupakan salah satu langkah awal untuk membantu UMKM berkembang. Ketika diberikan pada usaha yang tepat dan dikelola dengan baik, pembiayaan dapat membantu pelaku usaha menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas, maupun memperluas skala bisnis.

“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

0 Komentar