Berbagai insiden akibat bencana dirasakan bertubi-tubi. Setelah gempa bulan lalu, sekolah pun dilanda hujan disertai angin kencang yang membuat tenda darurat beterbangan pada 4 Desember 2024.
“Akhirnya orang tua siswa bergotong-royong membuat tenda agar lebih kuat. Mengingat sudah menjelang UAS,” kata Hosiana.
Saat ini pihaknya membutuhkan partisi untuk dijadikan penyekat dalam kelas tenda darurat, juga terpal penutup.
Baca Juga:Hasil Operasi 2024, Satpol PP Cianjur Berhasil Amankan Ribuan Rokok IlegalUpaya Bagian Hukum Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur
Sulis, siswi kelas II mengaku tidak nyaman selama belajar di tenda kelas darurat karena saat hujan, air masuk ke dalam tenda.
“Maunya belajar di kelas baru, kelas yang lama rusak waktu ada gempa,” kata Sulis.
