CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Ratusan siswa-siswi SD Negeri Kanoman, Kampung Parabon, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga ujian akhir sekolah (UAS) di tenda darurat seadanya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan pun memberikan perhatian serius terkait hal ini. Dimana sebelumnya, pihaknya sudah mempertanyakan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur. “Kemarin juga kami mempertanyakan dan berkomunikasi dengan dinas pendidikan, agar proses belajar mengajar bisa dilaksanakan di tempat yang lebih layak. Itu sudah kami sampaikan,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 11 Desember 2024.
Rian mengungkapkan, untuk korban bencana alam gempa bumi sudah diajukan beberapa waktu lalu ke PUPR.
Baca Juga:Hasil Operasi 2024, Satpol PP Cianjur Berhasil Amankan Ribuan Rokok IlegalUpaya Bagian Hukum Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur
“Memang untuk korban bencana gempa memang sudah diajukan beberapa waktu lalu ke PUPR juga, kami akan menyusul bagaimana kelanjutannya supaya bisa cepat terealisasi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa-siswi SD Negeri Kanoman, Kampung Parabon, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga ujian akhir sekolah (UAS) di tenda darurat seadanya.
Kepala SDN Kanoman, Hosiana Wirastri mengungkapkan, anak didiknya terpaksa menempati tenda darurat akibat gempa 3,0 Magnitudo yang terjadi pada Kamis, 21 November 2024 lalu yang merusak 5 ruang kelas di sekolahnya.
“Waktu peringatan 2 tahun gempa Cianjur 21 November 2022 silam, terjadi 3 kali gempa yang membuat plafon kelas rusak dan rawan ambruk. Sehingga anak-anak belajar di tenda untuk keamanan,” ungkapnya, Rabu 11 Desember 2024.
Disebutkan jika Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur telah melakukan pendataan agar sekolah bisa segera menerima perbaikan.
Kurang lebih sebulan lamanya, 146 siswa dari kelas II hingga VI belajar di 2 tenda darurat berukuran 5×10 meter yang disekat untuk membagi kelas. Sementara siswa kelas I belajar di dalam ruang kelas namun belajar dengan melantai dengan meja lipat.
Dua tenda tersebut berada di halaman dan lapangan olahraga yang ada di seberang sekolah. 1 tenda bantuan dari Disdikpora dan tenda lainnya dibangun mandiri.
Baca Juga:Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Bogor Kolaborasi dengan Diskominfo Cianjur Sosialisasi Melalui Siaran RadioRayakan Malam Tahun Baru di Puncak dengan Kemegahan Tradisi dan Kesenian Nusantara, Tepang Taun Anyar
“Cuma 1 kelas dan ruang perpustakaan yang bisa dimanfaatkan. Ruang perpustakaan kini dijadikan kantor sementara. Ruang kantor guru sudah ambruk akibat gempa 2 tahun silam,” katanya.
