CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Raut wajah sumringah tak dapat ditutupi oleh Ibu Imat (48) warga asli Desa Padaasih, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur kala menceritakan perasaannya melihat jalan di desanya yang kini sudah mulus. Wajar saja, penantian selama 30 tahun itu kini terwujudkan di masa pemerintahan Bupati Herman Suherman.
Imat bercerita, terakhir kali pembangunan jalan di desanya dilakukan pada 1994. Batasnya dari wilayah batas Desa Batu Karut, itu Desa Sukaluyu sampai jembatan Cibungur perbatasan Cianjur-Sukabumi.
“Sampai sekarang baru tersentuh lagi Alhamdulillah setelah pembangunan jembatan sama jalan yang ini berturut-turut. Alhamdulillah sekarang jembatan yang perbatasan Cianjur-Sukabumi sudah bagus Alhamdulillah,” kata Imat di sela-sela acara peresmian Jalan Sumur-Cukanggaleuh-Padaasih-Cibungur, Kamis 8 Agustus 2024.
Baca Juga:Sekda Herman Suryatman Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi Bangun JabarĀ Roadshow Bus KPK 2024, Bey Machmudin: Keluarga Berperan Penting Dukung Gerakan AntikorupsiĀ
Imat yang merupakan seorang pembantu tim tenaga kesehatan mengatakan pembagunan jalan tersebut sangat dirasakan betul manfaatnya oleh warga sekitar. Sebelumnya saat jalan masih jelek, ia kerapkali kesulitan saat menangani warga yang sakit dan butuh dirujuk ke Rumah Sakit atau Puskesmas.
“Apalagi kalau jalannya musim hujan gitu. Dulu mah sampai nunggu kendaraan, sampai nunggu perjalanan dari rumah sampai Puskesmas pun cemas gitulah. Kalau sekarang Alhamdulillah walaupun sampai Rumah Sakit Cianjur pun saya enggak begitu cemas karena perjalanan bisa dipercepat gitu,” katanya.
Imat menambahkan, pembangunan jalan desa tersebut juga sangat membantu warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sebelumnya warga kesulitan dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunannya akibat rusaknya jalan desa.
“Kalau sekarang alhamdulillah seperti ekonomi dari ketahanan pangan misalkan beras gitu padi ataupun kelapa itu pisang gitu alhamdulillah sekarang berjalan lancar alhamdulillah,” katanya.
Ia pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bupati Herman Suherman karena akhirnya setelah 30 tahun jalan di desanya kini sudah diperbaki.
“Saya merasakan bangga dan puas punya bapak bupati, bapak haji Herman Suherman yang telah melayani dan mengayomi masyarakat di Pakidulan ya Pak, Wilayah Selatan. Alhamdulillah saya merasa puas banget sama pelayanan yang dipimpin oleh Bapak Haji Herman Suherman,” pungkas Imat.
Senada dengan Imat, Rina (27) warga asli Desa Padaasih lainnya juga turut merasakan betapa bermanfaatnya pembangunan jalan yang ada di desanya. Ia mengatakan perbaikan jalan tersebut paling banyak dirasakan manfaatnya oleh dua kelompok masyarakat. Pertama masyarakat pekerja dan kedua anak sekolah.
