Menkes Sebut Anggaran Makan Siang 15 Ribu Tak Bisa Penuhi Gizi

Menkes Sebut Anggaran Makan Siang Rp. 15.000 Tak Bisa Penuhi Gizi.
Menkes Sebut Anggaran Makan Siang Rp. 15.000 Tak Bisa Penuhi Gizi
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dalam rapat kabinet paripurna yang dilaksanakan pada Senin (26 Februari 2024) kemarin, lebih terfokus pada anggaran dan implementasi program makan siang gratis, namun tidak menyentuh aspek gizi secara spesifik.

“Itu (masalah gizi seimbang) belum dibicarakan, ya,” ungkapnya, Selasa (27 Februari 2024).

Menkes memaparkan bahwa program makan siang gratis nantinya akan menyesuaikan kebutuhan gizi sesuai dengan penerima manfaat program, termasuk balita dan ibu hamil.

Budi Gunadi juga menerangkan sebenarnya konsep makan siang gratis bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia, karena sudah banyak sekolah dan pesantren sudah menerapkannya.

Baca Juga:Harga BBM dan Listrik Tak Naik Hingga Juni 2024Ini Penyebab Beras Langka di Ritel Modern

Ketika ditanya tentang besaran anggaran Rp15.000 per anak untuk memenuhi kebutuhan gizi, Menkes berkelakar, dengan menantang para wartawan untuk mempertimbangkan apakah dengan nilai tersebut bisa untuk satu porsi makan sesuai kebutuhan nutrisi.

“Sekarang saya tanya, wartawan kalau makan Rp 15.000, kenyang apa enggak?” ucap Budi, yang kemudian dijawab tidak oleh wartawan.

Pembahasan program makan siang gratis belum mengulas secara detail mengenai porsi nutrisi dan pemenuhan gizi seimbang.

Besaran dana Rp15.000 per anak untuk program makan siang gratis, sebelumnya diuungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dan rencananya akan diterapkan secara merata di seluruh wilayah, secara bertahap. (*)

 

0 Komentar