Siswa SDN Neglasari Bertaruh Nyawa Demi Menuntut Ilmu

Digendong oleh orangtuanya Siswa SDN Neglasari harus bertaruh nyawa demi menuntut Ilmu. (ist)
Digendong oleh orangtuanya Siswa SDN Neglasari harus bertaruh nyawa demi menuntut Ilmu. (ist)
0 Komentar

SUMEDANG, CIANJUREKSPRES – Demi menuntut ilmu, siswa-siswi SDN Neglasari, harus bertaruh nyawa. Pasalnya, para siswa dari Dusun Neglasari Desa Babakanasem, Kecamatan Conggeang, harus menerjang derasnya arus sungai cilanda, pasca hancurnya jembatan darurat yang biasa mereka lintasi.

Jembatan darurat penghubung Dusun Neglasari dan Babakanasem yang hancur diterjang luapan sungai Cianda, Minggu (11 Februari 2024) lalu. Jembatan yang menjadi akse utama warga dua dusun ini, dibangun secara swadaya oleh pemerintah desa dan karang taruna setempat.

Para siswa yang melintasi sungai Cianda, harus digendong oleh orang tuanya, meski bahaya mengintai namun mereka terpaksa menempuh cara ini.

Baca Juga:Awal Puasa 2024 Versi NU dan MuhammadiyahKoalisi Perubahan Dukung PDIP Gulirkan Hak Angket

“Warga menyeberangkan anaknya sekolah SDN Neglasari. Warga tersebut membawa anaknya menyeberangkan siswa dengan cara digendong,” ujar Ahri, salah satu warga Neglasari, Desa Babakanasem.

Dia menambahkan, jika para siswa SD yang rumahnya di lingkungan Neglasari setiap pergi dan pulang sekolah terpaksa melintasi sungai dibantu orang tuanya.

“Para siswa, apabila menyeberangi sungai selalu didampingi orang tua. Karena, volume air sungai di musim hujan sekarang ini cukup tinggi,” imbuh Ahri, Senin (26 Februari 2024), dikutip dari sumedang.jabarekspres.com

Namun, apabila hujan turun dan air sungai meluap para siswa terpaksa tidak masuk sekolah, karena kondisinya membahayakan. Siswa yang memaksa masuk sekolah harus mutar arah jalan dengan jarak tempuh 3 kilometer. 

“Mendingan kalau orang tuanya punya kendaraan, bila tidak punya sepeda motor terpaksa harus naik ojek dengan ongkos sekitar 20 ribu. Jadi, kalau pulang pergi 40 ribu,” jelas Ahri.

Ahri beserta tokoh masyarakat setempat berharap, pemerintah segera kembali membangun jembatan. Agar, transportasi bisa berjalan normal dan warga tak kesulitan saat menyeberangi sungai. 

Sementara itu, Kepala Desa Babakanasem, Emid Koswara merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Dirinya telah berusaha melaporkan keadaan itu kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung di Cirebon untuk normalisasi Sungai Cianda. 

Baca Juga:Pemilu 2024 Telan Anggaran 16,5 TriliunIni Faktor Caleg Gagal Alami Gangguan Mental

“Namun, hingga kini belum ada tanggapan. Kami pun pasrah dengan keadaan tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap jembatan permanen segera dibangun. Agar, para siswa dapat menyeberang untuk bersekolah.

0 Komentar