Ribuan Siswa SD Korban Gempa Cianjur Masih Belajar di Tenda Darurat

Ribuan Siswa SD Korban Gempa Cianjur Masih Belajar di Tenda Darurat. (zan)
Ribuan Siswa SD Korban Gempa Cianjur Masih Belajar di Tenda Darurat. (zan)
0 Komentar

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Enam bulan pasca gempa yang terjadi pada 21 November 2022 silam, ribuan siswa sekolah dasar (SD) di tujuh kecamatan terdampak masih harus lakukan kegiatan belajar mengajar di tenda-tenda darurat.

Kepala SD Negeri Panyaweuyan Pacet, Ani Muharyani mengatakan siswanya masih harus menempati tiga tenda kelas darurat untuk belajar. Pasalnya, bangunan kelas yang sebelumnya rusak akibat gempa, belum diperbaiki sepenuhnya.

“Saat ini ada tiga tenda kelas darurat yang digunakan untuk proses belajar siswa. Kita manfaatkan juga tiga kelas yang setidaknya bisa digunakan meskipun kirang layak. Jadi proses pembelajaran tak dibagi shift lagi,” kata Ani saat dihubungi Cianjur Ekspres, Kamis (25/5/2023).

Baca Juga:Polres Cianjur Kembali Berlakukan Tilang ManualKloter Pertama Jemaah Haji Cianjur Diberangkatkan

Selama belajar di tenda kelas darurat, para peserta didiknya kerap mengeluh kepanasan. Terkadang pihak sekolah harus mengistirahatkan siswanya jika hawa tenda kelas darurat sudah tak memungkinkan.

“Kadang kita istirahatkan para siswa kalau sudah kepanasan belajar di tenda, terkadang juga kita manfaatkan teras aula untuk lanjutkan proses pembelajaran,” ujarnya.

Namun begitu, menurut Ani, mental siswa pascagempa sudah berangsur membaik, bahkan terlihat lebih bersemangat. “Alhamdulillah para siswa kita dari awal bersemangat untuk bersekolah, bahkan sejak tenda kelas darurat ada di lapangan yang tak jauh dari sekolah,” kata dia.

Ani yang juga sebagai Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pacet menyebutkan, masih ada empat SD di wilayah Kecamatan Pacet yang masih laksanakan KBM di tenda kelas darurat diantaranya SD Negeri Citamiang, SD Negeri Pasir Sarongge, SD Negeri Ciherang 3, dan SD Negeri Panyaweuyan. “Sedangkan SD yang lain rata-rata sudah masuk ke ruang kelas,” kata dia.

Maka dari itu, kata dia, pembangunan ulamg kelas baru menjadi kebutuhan utama saat ini. Pihaknya sudah berupaya untuk meminta penjelasan dari Kementerian PUPR, namun belum ada jawaban.

“Saat ini kita bikin proposal untuk pengajuan pembangunan kelas baru ke beberapa instansi  seperti ke Palang Merah Indonesia (PMI) juga yayasan non goverment organization (NGO). Ya kita bersabar dan manfaatkan saja dulu yang ada,” ujarnya.

0 Komentar