Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan

Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan
Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan .

Istilah “hari tanpa bayangan” atau “hari tanpa matahari” mengacu pada fenomena ketika matahari tidak muncul di ufuk timur atau barat untuk jangka waktu tertentu di beberapa wilayah di bumi. Ini biasanya terjadi di daerah-daerah yang berada di sekitar lingkar kutub di utara atau selatan.

Di daerah-daerah tersebut, terdapat periode waktu di mana matahari tidak muncul sama sekali di atas cakrawala. Biasanya, periode ini terjadi pada musim dingin dan biasa disebut sebagai “malam polarnya”. Sebaliknya, pada musim panas, terdapat periode di mana matahari terus terbit di atas cakrawala dan tidak pernah tenggelam, yang dikenal sebagai “hari tanpa bayangan”.

Contoh wilayah yang mengalami fenomena “hari tanpa bayangan” adalah Norwegia, Finlandia, dan Alaska di Amerika Serikat. Saat fenomena ini terjadi, cahaya di wilayah tersebut sangat minim dan kegelapan hampir selalu menguasai langit. Fenomena “hari tanpa bayangan” dapat memberikan pengalaman yang unik dan menarik bagi wisatawan, meskipun memerlukan persiapan khusus dan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental bagi orang yang tinggal di sana dalam jangka panjang.

Baca Juga:Pisang Goreng Jadi Dessert Terbaik Di DuniaFatality Mortal Kombat PS2

Dilansir dalam keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Kimatologi Dan Geofisika pada tanggal 11 Februari 2023. Menjelaskan, Kulminasi utama atau yang disebut juga transit atau istiwa adalah fenomena dimana matahari berada tepat diposisi paling tinggi. Sehingga terjadinya deklanasi menujukan bahwa posisi matahari nantinya sama dengan lintang pengamat.

Hari tanpa bayangan yang diperkirakan pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB.

Sementara hari tanpa bayangan selanjutnya berlangsug pada 23 September Pukul 13.50 WIB

Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan tersebut dinamakan dengan proses kulminasi merujuk pada saat suatu benda langit mencapai titik tertinggi di langit, saat melintasi garis meridian atau lintang pengamat. Ini sering terjadi pada bintang, planet, atau bulan ketika mereka berada pada posisi tertentu di langit.

 

0 Komentar