Ongkos Haji Naik Hingga Puluhan Juta

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Ongkos haji naik hingga puluhan juta untuk pemberangkatan tahun 2023 ini, hal tersebut terungkap dari bocoran Kemenag.

Selain bocoran ongkos haji naik hingga puluhan juta. Kementerian Agama (Kemenag) juga membocorkan jadwal pemberangkatan haji tahun 1444 H/2023 M diprediksi akan dimulai pada akhir Mei 2023.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Tahun ini Tak Dibatasi Usia

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Saiful Mujab. Menjelaskan jika ongkos haji naik hingga puluhan juta, serta perkiraan jadwal pemberangkatan haji pertama pada akhir bulan Mei, sekitar tanggal 23-an Mei 2023.

Saiful menambahkan jika pada bulan ini, Kemenag sedang melakukan persiapan menyusun anggaran biaya haji 2023 bersama dengan Komisi VIII DPR dan BPKH.

Baca Juga: BJB Syariah Ajak Santri di Cianjur Membuka Tabungan Haji Sejak Dini

Penyusuanan tersebut direncanakan pada tanggal 19 Januari 2023 mendatang.

“Kita masih persiapan menyusun anggaran dengan Komisi VIII dan pada tanggal 19 Januari 2023 mungkin rapat pembukaan awal pembahasan,” paparnya, dikutip dari disway.id

Lebih lanjut Saiful menerangkan, nanti dalam diskusi tersebut akan lebih membahas lebih dalam tentang poin per poin baik rencana haji dalam negeri maupun luar negeri

Selain itu, Saiful juga menjelaskan jika biaya haji 2023 akan mengalami berbagai penyesuaian.

Penyesuaian tersebut disebabkan beberapa faktor mulai dari biaya layanan di Masyair, harga bahan baku, transportasi, akomodasi, pajak serta inflasi juga akan menyebabkan kenaikan biaya.

Sedangkan Hilman Latief selaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan formula biaya haji yang proporsional.

Senada dengan Saiful, menurut Hilman upaya tersebut perlu dilakukan seiring meningkatnya pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita akan menerapkan prinsip pembiayaan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Angkanya akan kami formulasikan dengan mitra kami di Komisi VIII dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Hilman.

“Mudahan-mudahan kita bisa mendapatkan angka yang baik untuk jemaah dan semuanya,” imbuhnya.

Menurut Hilman, prinsip keadilan dan kesinambungan sangat penting karena saat ini tercatat ada sekitar 5,2 juta jemaah yang masih dalam antrean.

Para calon jemaah yang saat ini dalam posisi waiting list ini menunggu giliran untuk dapat berangkat dan menjalankan ibadah haji.

Pada tahun lalu, Arab Saudi telah menetapkan biaya layanan di Masyair dengan angka yang tinggi untuk jemaah haji seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di tahun 2023 diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per jamaah.

Diketahui, BPIH jamaah haji tahun 2022 sekira Rp 41 juta atau mengalami kenaikan pada tahun 2020 sekira Rp 38 juta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *