Trauma Healing, Anak-anak Korban Gempa Cianjur di Posko Pengungsi BIN RI Senang Diajak Bermain

Trauma Healing, Anak-anak Korban Gempa Cianjur di Posko Pengungsi BIN RI Senang Diajak Bermain
Anak-anak terlihat menikmati beberapa permainan yang disiapkan Badan Intelijen Negara bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Banten, Jabodetabek dan Jawa Barat dalam kegiatan trauma healing.(Ayi Sopiandi/Cianjur Ekspres)
0 Komentar

CIANJUR, CIANJUR EKSPRES – Anak-anak korban gempa bumi Cianjur yang berada di Posko Pengungsi Badan Intelijen Negara (BIN) RI di Jalan Raya Cipanas, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, mengikuti kegiatan trauma healing, Rabu (23/11/2022).

Pantauan Cianjur Ekspres, anak-anak terlihat menikmati beberapa permainan yang disiapkan Badan Intelijen Negara bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Banten, Jabodetabek dan Jawa Barat.

Deputi Komunikasi dan Informasi BIN RI Prabowo Ajie, mengatakan, sesuai dengan instruksi Kepala BIN Jenderal Pol(P) Budi Gunawan untuk mendirikan posko pengungsian disetiap kejadian darurat bencana salah satunya bencana gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:HT Instruksikan Kader Partai Perindo Bantu Korban Gempa CianjurBantuan dari Pemerintah Belum Masuk, Warga Empat Kampung di Cugenang Butuh Logistik, Begitupun di Lembursitu Warungkondang

“Jadi kami di posko pengungsian ini memberikan pelayanan bagi korban terdampak bencana atau langsung dengan cara memberikan bantuan dapur umum, pelayanan kesehatan, dan juga trauma healing bagi anak-anak saat berada di pengungsian,” kata Prabowo Ajie saat ditemui di posko pengungsian BIN, Rabu (23/11/2022).

Ajie mengatakan, dihari ke tiga pendirian posko pengungsian BIN sudah menampung lebih dari 202 pengungsi.

“Kami juga berikan fasilitas bagi para pengungsi, diantaranya, pelayanan kesehatan, kebutuhan logistik, dapur umum, serta susu, makanan ringan, pampers untuk kebutuhan anak-anak,” jelasnya.

Dikatakan Ajie, dengan diberikannya trauma healing bagi anak-anak di posso pengungsian diharapkan bisa menjadikan anak yang kuat.

“Trauma healing ini kami berikan bersama mahasiswa pecinta alam (Mapala) dari gabungan yang ada di Jawa Barat dan Banten,” jelasnya.

Sementara itu, Dewi (8) tahun yang mengungsi di Posko BIN RI mengaku senang karena bisa bermain bersama teman-temannya yang sama-sama sebagai pengungsi.

“Seru tadi ada lomba makan kerupuk juga, selain itu kami tadi main bersama bapak-bapak dari BIN RI,” kata Dewi.(yis/hyt*)

0 Komentar