Tolak Travel Gelap, Sopir Elf Pakidulan Cianjur Gelar Aksi Mogok Jalan

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Puluhan sopir angkutan umum Elf Pakidulan, kembali menggelar aksi mogok jalan di Terminal Pasirhayam, Cianjur, Selasa (27/9/2022).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes penolakan keberadaan travel gelap yang selama ini dinilai masih beroperasi.

Baca Juga: 83 Juta Lebih Warga Jabar Sudah Divaksinasi

Ketua Komunitas Driver Elf Mania Indonesia Taufik Rohman mengatakan, aksi mogok jalan saat ini masih dalam rangka penolakan keberadaan travel gelap atau yang tidak berizin masih beroperasi di jalur Pakidulan.

“Iya masih dalam rangka penolakan travel gelap, karena makin hari kok makin merajalela keberadaanya,” kata Taufik, Selasa (27/9/2022).

Dijelaskan Taufik, dengan masih beredarnya travel gelap di jalur Pakidulan tentu sangat berdampak bagi sopir-sopir Elf disemua trayek Pakidulan.

“Tentunya sangat berdampak sekali pada pengahasilan dan mengalami penurunan hingga 75 persen,” katanya.

Baca Juga: Ada Kuota 30 Persen, Minat Perempuan Daftar Panwascam di Cianjur Masih Minim

Dia mengatakan, perjuangan para sopir Elf ketika sampai di terminal dan akan kembali membawa penumpang ke arah Pakidulan harus menunggu dua sampai dengan tiga hari.

“Bayangkan saja, kami sopir Elf ini harus menunggu sampai tiga hari untuk menunggu giliran bawa penumpang ke Pakidulan,” jelasnya.

Selain itu lanjut Taufik, ditambah lagi pemerintah menaikan BBM maka berkurang juga pada penghasilan.

“Sudahlah harga BBM naik, ditambah lagi urusan travel gelap masih belum juga ada kepastian,” katanya.

Taufik mengatakan, aksi masih akan terus dilakukan selama tidak ada kejelasan dari pihak-pihak terkait.

“Kalau memang tidak juga ada kejelasan, maka kami akan terus melakukan aksi lagi,” kata Taufik.

Ketua Pembina KDEMI Kabupaten Cianjur Dandan Amirulah mengatakan, ada 17 jurusan sopir Elf Pakidulan yang saat ini unjuk rasa mogok jalan dengan harapan ingin adanya kejelasan dari pemerintah.

“Aksi ini sudah yang kesekian kalinya yang dilakukan teman-teman sopir Elf yang tergabung di KDEMI Cianjur, namun ternyata belum juga ada kejelasan,” ujarnya.

Dikatakan Dandan, terkait nasib penumpang disaat melakukan aksi mogok jalan dia juga meminta kepada pengurus KDEMI agar tidak terjadinya penelantaran terhadap penumpang yang ingin ke wilayah Pakidulan.

“Tadi sudah dikoordinasikan dengan angkutan lainnya, agar penumpang tidak terlantar maka diakomodir sementara oleh angkutan lainnya,” kata Dandan.(yis/hyt*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *