oleh

Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Cianjur Masih Minim

Cianjurekspres.net – Jumlah kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Kabupaten Cianjur masih minim baru sekitar 25 persen. Padahal, sangat penting dan banyak manfaat bagi pekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cianjur, Waluyo Suparto mengatakan di Cianjur memang persentase untuk favorit kepesertaan masih belum besar baru sekitar 25 persen.

Baca Juga: PAN Bantah Kabar Ridwan Kamil Jadi Duet Airlangga di Pilpres

“Karena ada masyarakat yang sudah terdaftar di Sukabumi karena pengaruh upah, terus di Bandung Barat, dan itu masyarakat Cianjur ke pesertaannya di sana,” kata Waluyo kepada wartawan, belum lama ini.

Waluyo menyebut, untuk di Cianjur ada sekitar 63 ribu yang aktif di BPJS Ketenagakerjaan. “Di Cianjur alhamdulillah ada 63 ribu yang aktif, kita ada segmen penerima upah dan bukan penerima upah. Penerima upah itu sekitar 63 ribu, yang bukan penerima upah itu sekitar 10 ribuan,” kata Waluyo.

Baca Juga: Santri Mengaji Dibayangi Rumah Ambruk

Waluyo menjelaskan, skup BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan BPJS Kesehatan. Kalau BPJS Kesehatan seluruh masyarakat Cianjur, sementara untuk BPJS Ketenagakerjaan hanya masyarakat pekerja.

“Pekerja itu ada yang bukan penerima upah dan penerima upah. Yang ke dua segmennya yang perlu dicermati itu bukan penerima upah, potensi di Cianjur itu banyak. Yang tadinya penerima upah akan beralih ke bukan penerima upah.” kata dia.

Contoh kasus, lanjut dia, habis kontrak misal, dia membuka usaha di rumah baik usaha online dan usaha lainnya, itu masih bisa ikut BPJS Ketenagakerjaan yang segmennya berbeda, yaitu bukan penerima upah.

Baca Juga: Ditemukan ada 11 Balita Stunting di Desa Mekarjaya Mande Cianjur

“Media juga bisa mendorong itu, kenapa, visi kami dengan pemerintah sama untuk memajukan masyarakat, mensejahterakan masyarakat pekerja. Makannya saya, teman-teman SPN berkolaborasi dengan Disnakertrans, tentunya kami akan membantu. Jadi seperti petani, nelayan, itu kan pekerja dengan iuran yang sangat kecil,” kata dia.

Waluyo menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan melakukan edukasinya tidak mungkin secara satu persatu, tetapi melalui wadah atau kanal-kanal.

Baca Juga: Empat Curug di Jabar Jadi Destinasi Wisata Unggulan, Salah Satunya di Cianjur

“Kemarin belum lama di bulan Januari Februari di gerebek pasar namanya, di Pasar Induk. Itu kan tentunya membantu juga untuk mengedukasi masyarakat. Ada kesadaran masyarakatnya kurang asuransi harus asuransi. Kami berupaya untuk mendorong pemerintah daerah melalui kanal-kanal media informasi juga,” tutupnya. (dik/sri/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.