oleh

Sosok Salma Menjadi Saksi Tumbuhnya Amanda Rawles, Pendidikan Tetap yang Utama

Cianjurekspres.net – Di tengah kesibukannya sebagai artis, Amanda Rawles tetap mengedepankan pendidikannya. Mahasiswi Jurusan Media Komunikasi Universitas Macquarie, Sydney, itu rela bolak-balik Indonesia–Australia demi bisa menjalani tanggung jawabnya dengan maksimal sebagai mahasiswa dan aktris.

Kepada Jawa Pos, Amanda –yang sedang libur dari kegiatan kuliah dan berada di Indonesia– bercerita tentang rencananya ke depan hingga film terbarunya, Dear Nathan: Thank You Salma.

Keluarga aku banyak yang ada di sana sih. Jadi, aku merasa lebih nyaman aja buat bolak-balik ke Indonesia. Terus, menurutku, Australia itu lingkungannya sehat. Untuk jurusan, aku pilih komunikasi karena cocok sama pekerjaan aku dan bisa kepake banget. Misalnya, buat media sosial.

Mereka (keluarga, Red) sih emang lebih mentingin pendidikan karena sekolah itu wajib. Tapi, di satu sisi, mereka juga nggak minta aku untuk ninggalin dunia hiburan. Ke depannya, mungkin aku akan ngambil S-2 setelah S-1 selesai.

Apa kesulitan yang Amanda alami selama mengemban ilmu di negeri orang?

Di Indonesia, aku sibuk kerja dan itu yang bikin aku nggak belajar selama beberapa tahun. Jadi, ada beberapa penyesuaian pastinya ketika aku di sana. Soalnya, aku hanya fokus untuk kuliah. Tapi, overall semuanya lancar.

Apakah biaya hidup yang mahal juga jadi kendala?

Nah, iya! Itu kerasa banget, pengeluaran lebih besar untuk tempat tinggal dan jajan-jajannya. Apalagi, aku di sana nggak kerja kan, cuma sekolah aja. Jadinya, aku pun harus berusaha meminimalkan pengeluaranku selama di sana. Salah satunya tinggal bareng keluargaku yang ada di sana.

Lalu, apa rencana Amanda ke depan perihal karier? Bakal fokus jadi artis atau mencoba bidang lain?

Soal itu (kerja selain jadi artis, Red), kebayang sih, tapi mungkin masih di lingkup dunia entertainment. Ya entah itu menjadi sutradara atau produser. Jadi, aku akan tetap di dunia entertainment, cuma beda posisi aja.

Amanda dan Salma dalam film trilogi Dear Nathan bertumbuh bersama. Saat mendalami peran sebagai mahasiswa baru, apakah hal ini jadi keuntungan buat Amanda?

Iya. Dear Nathan memang batu loncatan karierku di dunia seni peran. Dan sekarang kami (Amanda dan Salma, Red) sama-sama baru masuk fase kuliah. Aku pun jadi paham banget pola pikir Salma dan passion-nya. Kuliah itu memang masa di mana kita lagi membara-membaranya untuk mengejar mimpi dan aku merasakan itu.

Menariknya lagi, film Dear Nathan: Thank You Salma mengangkat isu kekerasan seksual di kampus. Gimana Amanda menanggapi masalah tersebut?

Itu yang bikin aku senang dan bangga terlibat dalam film ini. Aku dikasih kesempatan untuk menjadi bagian pengantar pesan perihal kekerasan seksual melalui filmku. Emang penting banget sih untuk diangkat, khususnya di drama percintaan remaja seperti Dear Nathan ini.

Selain dengan Jefri Nichol, kamu harus bangun chemistry dengan Ardhito Pramono. Gimana cara kalian bonding?

Aku dinyanyiin terus sama Ardhito. Hari pertama tuh kita ngobrol yang personal, selanjutnya baru sharing karakter. Terus, kami juga bikin playlist lagu bareng biar mood dan vibes-nya dapat. (jwp/nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *