oleh

Bupati Cianjur Disomasi Warganya Sendiri, Ini Penyebabnya

Cianjurekspres.net – Masyarakat Pengguna Jalan melayangkan surat somasi kepada Bupati Cianjur, Herman Suherman atas penutupan jalan umum dalam Siti Jenab dan Jalan Guru H. Isa Cianjur.

Dalam surat somasi yang di terima Cianjur Ekspres, surat tersebut ditandatangani masyarakat dari berbagai elemen seperti wiraswasta, pedagang, hingga ibu rumah tangga.

“Kenapa kita melayangkan surat somasi, karena sudah hampir dua tahun kita tunggu dari zaman beliau (Herman Suherman,red), jadi Plt (Bupati,red) Alasannya karena Plt itu kewenangannya terbatas kita tunggu sampai Pilkada sekarang,” kata Taufan Badai, Warga Jalan Siti Jenab, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Minggu  (26/12).

Baca Juga: PAN Cianjur Apresiasi Dibentuknya Majelis Taklim Pengajian Amanat Manjur

“Terus di janji kampanye atau ketika temu dengan warga juga, pada prinsipnya beliau mengatakan kalau misalnya dia terpilih Jalan Siti Jenab akan diusahakan dibuka,” imbuhnya.

Bahkan diungkapkan Taufan, saat bertemu dengan tokoh Cianjur Abah Ruskawan sudah ada pernyataan Jalan Siti Jenab akan dibuka. Namun setelah 100 hari Bupati Cianjur, Herman Suherman memimpin tidak ada.

“Akhirnya ketika kemarin saya beraudiensi pun, Pak Bupati hanya menyatakan mereka sudah berkirim surat ke provinsi untuk minta rekomendasi Jalan Siti Jenab dikembalikan sebagai jalan umum. Itu alasan dari Pemda,” ucapnya.

Baca Juga: BPBD Usulkan Perbaikan Jembatan Ambruk di Cidaun ke BNPB

Justru yang menjadi pertanyaan, jelas Taufan, ketika menutup Jalan Siti Jenab tidak ada izin warga. Bahkan pihaknya juga mempertanyakan ke DPRD Cianjur tahun 2019, bahwa tidak ada rekomendasi dari dewan untuk menutup Jalan Siti Jenab.

“Yang jadi pertanyaan, ketika harus membuka harus ada izin dari provinsi. Kita menuntut hanya buka gerbang saja dulu, secara manusiawi maka ayo kita duduk bersama apa saja yang bisa lewat kesitu. Apakah pejalan kaki, motor, sado, becak itu kan,” katanya.

Menurut Taufan, dampak dari ditutupnya Jalan Siti Jenab hingga Jalan Mangunsarkoro yang merupakan sentra ekonomi bisa dilihat saat ini sepi. Lalu Masjid Agung sepi karena jamaahnya berkurang dan orang yang ingin lewat terganggu.

“Kalau memang pro masyarakat buktikan. Kita mengirimkan surat somasi ini untuk mengingatkan bapak bupati yang terhormat agar ketika janji atau statemen yang dilontarkannya direalisasikan, tidak ada tuntutan apa-apa. Jalan Siti Jenab harus dibuka tanpa kecuali,” paparnya.

Sementara itu, Dani Hamdani (43) salah seorang pedagang di Jalan Siti Jenab, mengaku, dampak dari ditutupnya Jalan Siti Jenab menjadi sepi.

“Terasa banget, habis maghrib atau ashar pasti tidak ada orang, sepi. Kalau dulu ramai,” tandasnya.(hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *