Pekerja Aktif di Masa Pandemi Jangan Sampai Dehidrasi

Pekerja Aktif di Masa Pandemi Jangan Sampai Dehidrasi
ilustrasi
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Di masa pandemi, kegiatan masyarakat tak terkecuali kelompok pekerja aktif banyak mengalami perubahan, terutama perilaku yang terkait dengan kesehatan dan pola konsumsi harian. Konsumsi air menjadi salah satu hal yang menjadi sorotan, karena tak sedikit masyarakat lupa ataupun menyepelekan pentingnya untuk tetap menjaga kebutuhan hidrasinya selama masa pandemi.

Bekerja dari rumah dengan aktivitas fisik rendah serta didukung ruangan yang nyaman dengan pendingin seringkali menyebabkan tubuh tidak merasa haus. Di sisi lain, bekerja dari kantor mengharuskan pekerja terus memakai masker dan seringkali membuatnya menunda untuk minum karena harus melepas masker.

Dua kondisi itu menghadirkan risiko bagi masyarakat untuk menurunkan asupan minumnya dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Baca Juga:Cegah Percepatan Perubahan Iklim Melalui Ekonomi SirkularAtta dan Aurel Siapkan Tiga Calon Nama untuk Anak

Ahli Ilmu Kedokteran Kerja FKUI, dr. Ade Mutiara, MKK, SpOK, menekankan bahwa air merupakan zat gizi dengan kontribusi terbesar dalah tubuh.

“Sebanyak dua per tiga tubuh kita terdiri dari air yang fungsinya tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain. Karena tubuh tidak bisa memproduksi air, maka kebutuhan air harus terpenuhi melalui konsumsi cairan dengan jumlah yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Jumlah kebutuhan cairan sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas pekerjaan dan juga kondisi lingkungan kerja pekerja tersebut,” sarannya sebagai salah satu pembicara dalam sesi webinar “Edukasi Hidrasi Sehat Bagi Pekerja Aktif” yang diselenggarakan oleh FKUI.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ahli Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI yang juga merupakan tim IHWG FKUI, dr. Dewi Friska, MKK mengatakan hasil penelitian yang dilakukan IHWG untuk mengetahui asupan cairan pekerja aktif di masa pandemi pada 246 pekerja menunjukkan bahwa rata-rata minum para pekerja adalah sebanyak 1882 mL per hari.

“Jumlah ini masih di bawah rekomendasi Kementerian Kesehatan bagi laki-laki dewasa. Sebanyak 53,7% pekerja belum mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Walaupun, sebanyak 89,8% dan 98,4% pekerja menyatakan bahwa telah tersedia air minum yang terjangkau di kantor maupun di rumah, namun tetap terdapat 19,1% pekerja yang tidak terbiasa menyiapkan air minum di meja kerja selama bekerja di kantor,” ungkapnya.

0 Komentar