oleh

Zulkifli Hasan Kejar Elektabilitas Ridwan Kamil, Meninggalkan Puan Maharani

Cianjurekspres.net – Elektabilitas Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, berdasarkan survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 29 November hingga 2 Desember 2021 semakin menguat. Bahkan mulai mendekati perolehan elektabilitas Ridwan Kamil yang selama ini konsisten berada di dalam 5 besar tokoh nasional populer.

Zulkifli Hasan dalam simulasi keterpilihan 30 tokoh yang ditawarkan, menduduki posisi ke tujuh dengan angka 4,2 persen, meninggalkan elit Parpol PDIP cukup jauh, yakni Puan Maharani yang hanya memperoleh 2,9 persen. Zulkifli Hasan tepat di bawah Ridwan Kamil yang memperoleh angka keterpilihan 7,5 persen pada posisi ke enam.

Sementara nama lain yang terbiasa di urutan teratas terjadi perubahan, Ganjar Pranowo hanya sanggup berada di urutan ketiga dengan 11,6 persen, tertinggal dari Sandiaga Salahudin Uno pada urutan ke dua dengan 13,8 persen, dan posisi puncak diduduki Anies Baswedan sebesar 21,3 persen.

“Situasi ini menggambarkan jika popularitas di dunia maya, belum tentu sinergi dengan realitas di masyarakat secara umum. Bisa kita ambil contoh, Zulkifli Hasan selama ini hampir tidak pernah masuk dalam nominasi bahkan 10 besar, tetapi ketika IPO menawarkan kepada publik dalam survei, ia cukup dikenal dan disukai, tentu berimbas pada peningkatan elektabilitas,” ujar Peneliti Utama IPO, Catur Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: Survei IPO: Kepuasan pada Kinerja Presiden Kian Merosot

Lebih lanjut, Catur Nugroho menuturkan jika nama-nama tokoh yang ditawarkan pada publik hanya 15 nama, tidak banyak mengubah posisi, tetapi mempengaruhi angka presentase.

Zulkifli Hasan dengan 4,3 persen tetap konsisten lebih unggul dari Puan Maharani sebesar 3,5 persen. Berkurangnya 15 nama berpengaruh signifikan pada perolehan angka pada Ganjar Pranowo menjadi 14,8 lebih unggul dari Sandiaga Uno yang hanya 13,9 persen.

“Beberapa tokoh yang hilang dari simulai 30 nama, semisal Tri Rismaharini, Luhut Binsar Pandjaitan, atau Andika Perkasa, mengalihkan pilihan pada Ganjar Pranowo. Itulah sebab ia kembali ungguli Sandiaga Uno,” katanya.

Menurut Catur, bertahannya posisi Zulkifli Hasan di posisi kelas tengah menandai keberhasilan konsolidasi ditingkat masyarakat. Hal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada keterpilihan Puan Maharani, meskipun ada peningkatan tetapi masih cukup tertinggal. Sementara Airlangga Hartarto justru cenderung kembali menurun.

“Bisa saja apa yang terjadi di kelas masyarakat berbeda, antara riuhnya media sosial dengan riuhnya realitas. Sehingga Zulkifli Hasan mampu menembus perolehan kelas menengah, jauh lebih baik dibanding Puan Maharani atau Airlangga Hartarto,” tandas Catur Nugroho.

Peneliti menentukan sejumlah Desa untuk menjadi sample, setiap desa terpilih ditentukan secara acak menggunakan random kish grid paper sejumlah 5 rukun tetangga (RT), pada tiap RT dipilih 2 keluarga (KK), setiap keluarga dipilih 1 responden (Rs) dengan pembagian lelaki untuk kuesioner ganjil, perempuan untuk genap, total responden lelaki dan perempuan pada pembagian 50:50 persen.

Pada tiap proses pemilihan selalu menggunakan alat bantu berupa lembar acak, ini dimungkinkan tidak ada penentuan responden berdasarkan opini surveyor.

Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2.50 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat.
Survei ini mengambil representasi sample sejumlah 1200 responden yang tersebar proporsional skala nasional dan berdasarkan data pada survei sebelumnya (Periode Maret 2020, Agustus 2020, April 2021 dan Agustus 2021).

Dengan teknik ini setiap anggota populasi (responden) miliki peluang setara untuk dipilih atau tidak menjadi responden. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sample dan pengujian metode pra-research.(hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.