oleh

Tinjau Lahan Pertanian di Mande, Fajar Arif Budiman Sosialisasikan BUMD Cianjur Sugih Mukti ke Petani

Cianjurekspres.net – Komisaris Utama BUMD Cianjur Sugih Mukti, Fajar Arief Budiman, meninjau lahan pertanian kacang panjang dan jagung hibrida Kampung Bojongkoneng dan Tegal Panjang Desa, Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/7).

Kedua lahan pertanian tersebut dikelola Yayasan Jamiatul Maqdis dengan melibatkan kelompok tani. “Yang dilakukan hari ini adalah bersosialisasi dengan para petani mengenai kehadiran BUMD Cianjur Sugih Mukti di Kabupaten Cianjur,” ujar Fajar kepada cianjurekspres.net.

Dirinya berharap, petani sebagai salah satu penerima manfaat dengan kehadiran BUMD bisa betul-betul mengetahui seperti apa peran yang akan dilakukan dan manfaat yang bisa didapatkan petani di kemudian hari.

“Selain daripada itu, kami juga melakukan sosialisasi atas edaran yang dikeluarkan Bupati Cianjur tentang konsumsi produk pangan lokal Cianjur,” ucap Fajar.

Fajar mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari petani bahwa saat ini harga-harga komoditi hortikultura dan produk pangan lainnya sedang dalam kondisi harga rendah. Sehingga petani tidak mampu menutupi modal yang selama ini dikeluarkan dalam memproduksi produk-produk pertanian.

Seperti komoditi kacang panjang dan jagung hibrida yang ditinjau. Meski banyak diserap oleh pasar baik lokal maupun di luar Cianjur, Fajar mengatakan pasca hari raya konsumsi untuk dua komiditi tersebut harganya sedang rendah namun suplai tetap tinggi. Sehingga terjadi penurunan harga di Cianjur.

“Oleh karena itu BUMD harus bisa melakukan intervensi terhadap kondisi yang sedang dialami oleh petani dengan cara beli produk-produk petani lokal dengan harga yang wajar. Setidaknya tetap diatas harga produksi yang dikeluarkan oleh petani,” tandasnya.

“Selain itu juga kami memastikan terdapat program yang komprehensif yang dilakukan Pemkab Cianjur dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dimana jika memang petani kesulitan mendapatkan pembiayaan maka, BUMD dapat memberikan rekomendasi agar lembaga-lembaga permodalan dapat memberikan pembiayaan untuk produk-produk pertanian ini,” sambung Fajar.

Fajar menjelaskan, salah satu tujuan dihadirkan BUMD Cianjur Sugih Mukti adalah untuk memastikan stabilitas harga dengan cara menyeimbangkan permintaan dan penawaran. Kemudian bisa memberikan kepastian harga dengan membeli komoditi yang wajar dari para petani.

“Oleh karena itu fluktuasi harga yang terjadi selama ini yang cenderung merugikan petani dapat di antisipasi,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Jamiatul Maqdis yang mengelola lahan pertanian kacang panjang dan jagung hibrida,  Yuki Tukiyudin Subki, berharap dengan kunjungan Komisaris Utama BUMD Cianjur Sugih Mukti bisa berkolaborasi mengembangkan potensi petani-petani muda dalam kegiatan pertanian.

“Harapan kami (BUMD) dapat membantu pangsa market hasil pertanian, tidak hanya bersaing di lokal saja. Terlebih kondisi dan situasi harga market pasar masih fluktuatif,” katanya

Yuki mengungkapkan, pihaknya mengelola lahan pertanian seluas kurang lebih 10 hektar. Bukan hanya untuk kacang panjang dan jagung hibrida saja, melainkan komoditi seperti singkong, cabai rawit dan lainnya.(hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *