RSHS Pulangkan Bayi Kembar Dempet

RSHS Pulangkan Bayi Kembar Dempet
Hasna Husna diperbolehkan pulang usai pemisahan operasi di RSHS Bandung.(dok)
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Tanggal 7 April 2021 lalu, kembar siam Hasna dan Husna yang maish berusia 8 bulan menjalani operasi pemisahan. Hasna-Husna mengalami kondisi dempet di tulang dada dan dempet di organ liver juga selaput jantung yang hanya satu, sedangkan organ-organ lainnya independen.

Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSHS, dr. Dikky Drajat mengungkapkan, tim yang menangani kembar siam Hasna Husna terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan berasal dari berbagai unit.

Sekilas perjalanan operasi pemisahan kembar siam Hasna-Husna, dokter bedah plastik mendesain sayatan agar penutupan luka nanti akan lebih baik. Setelah itu,  dokter bedah thorax  memisahkan selaput jantung.

Baca Juga:Ada 559 Titik Layanan Penukaran Uang di JabarBI Jabar Sediakan Rp17 Triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri 2021

“Setelah serangkaian proses operasi pemisahan, bayi kembar siam dempet asal Kuningan, Hasna-Husna, akhirnya dapat dipulangkan,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5/2021).

Ia menambahkan, ada dokter bedah anak untuk memisahkan livernya. Hasil yang didapati pembuluh darah besar yang melintang namun hal ini berhasil  diatasi. Setelah terpisah, salah satu bayi dipindahkan ke kamar operasi yang lain.

“Setelah itu dilakukan rekonstruksi. Waktu pemisahan memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam. Pascaoperasi pemisahan, kedua bayi dirawat di ruang PICU dengan ditangani secara intensif oleh Tim Pediatric ICU,” ungkap dr Dikky.

Tim dokter anestesi, lanjut dr Dikky, juga berperan penting dalam hal ini. Perawatan kembar siam juga tak lepas dari peran dari unit penunjang, farmasi, rehab medik dan lainnya.

“Ada kendala sedikit terjadi pada salah satu anak yaitu Hasna. Pada anak ini terjadi obstruksi usus atau hambatan usus paska operasi sehingga pada bayi Hasna dilakukan operasi lagi. Setelah itu, kondisi kedua bayi kembar ini berjalan dan berkembang dengan baik sehingga pasien dinilai telah bisa untuk dirawat di rumah,” jelasnya.

Setelah pulang kerumah, Hasna dan Husna diwajibkan melakukan kontrol ke RSHS. Selain itu, pada kedua bayi juga kelak akan diberikan program rehabilitasi medik dan asuhan tumbuh kembang. (rls/nik)

0 Komentar