oleh

UMKM Menjadi Kekuatan Baru Pemulihan Ekonomi

Cianjurekspres.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia Jawa Barat secara resmi meluncurkan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau FEKDI di Kabupaten Garut.

FEKDI Jawa Barat 2021 yang mengusung tema “Memperkuat Kolaborasi dan Sinergi Menuju Jabar Provinsi Digital” menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan Gernas Bangga Buatan Indonesia – Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI-BWI) April 2021 dan Karya Kreatif Jawa Barat – Pekan Kerajinan Jawa Barat (KKJ – PKJB) 2021, yang juga menjadi bagian penting dari strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta untuk mendukung pencapaian visi Jawa Barat sebagai provinsi digital.

FEKDI diyakini mampu meningkatkan kolaborasi otoritas di pusat maupun daerah untuk industri dan masyarakat dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto meyakini, adanya FEKDI mampu mendorong optimalisasi inovasi dan stabilitas di bidang Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD). serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi yang pada akhirnya pembentukan pemantapan dan penguatan daya saing perekonomian.

“Semangat mendorong integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital sebagaimana menjadi tujuan FEKDI, khususnya pada sektor UMKM sebagai kekuatan baru pemulihan ekonomi, sekaligus upaya berkesinambungan untuk menciptakan New UMKM Jawa Barat yang tumbuh berdaya saing, bercirikan pemanfaatan digital secara end-to-end, perlu menjadi perhatian bersama di Jawa Barat,” ucap Herawanto, Jumat (9/4/2021).

Herawanto menyampaikan, bahwa kegiatan FEKDI Jawa Barat merupakan sebuah inisiatif penting pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah daerah di wilayah Jawa Barat bersama Bank Indonesia se-Jawa Barat yang juga didukung oleh pemangku kebijakan dan lembaga keuangan setempat.

“Semangat ini juga tercermin dalam rekomendasi kami untuk kebijakan pemulihan ekonomi Jawa Barat, yaitu pada poin pertama berupa pentingnya positive mindset disertai semangat sinergi, kolaborasi di antara kita semua, serta pada poin ke-lima berupa percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, termasuk UMKM,” imbuhnya.

Dalam konsep digitalisasi holistik, digitalisasi pembayaran merupakan salah satu entry point penting dalam mendorong ekosistem digital menjadi semakin luas dan terintegrasi, selain digitalisasi proses produksi, proses distribusi dan pembiayaan suatu usaha.

“Jika dikaitkan dengan upaya pemulihan ekonomi secara sinergis melalui pendekatan pentahelix, maka dibutuhkan penguatan kelembagaan sebagaimana diamanatkan dalam Keppres No.3 Tahun 2021,” tutupnya.(nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *