Herawanto: Gedung BI Menjadi Salah Satu Ikon Jawa Barat

Herawanto: Gedung BI Menjadi Salah Satu Ikon Jawa Barat
Peluncuean buku Mystery of Art Deco Bandung oleh Bank Indonesia (dok)
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia Jawa Barat meluncurkan buku Mystery of Art Deco Bandung yang ditulis oleh Djefry W. Dana. Hal ini sebagai rangkaian dari pelaksanaan seri 1 sebelumnya, sebagai wujud dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan industri kreatif khususnya terkait seni arsitektur Art Deco, showcasing/display fisik UMKM Jawa Barat.
Peluncuran buku dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang hadir secara virtual. Dalam sambutannya Ridwan Kamil menyampaikan penulisan buku “Mystery of Art Deco Bandung” ini semakin mengangkat dan mengukuhkan Kota Bandug sebagai salah satu kota yang memiliki koleksi bangunan dengan nuansa Art Deco terbanyak di dunia.
“Buku Mystery of Art Deco Bandung ini menjadi menarik, karena mengungkap adanya semangat kebebasan berkreasi yang tumbuh di Kota Bandung, yang hadir pada berbagai aspek kehidupan, antara lain perkembangan arsitektur bangunan, fashion, furniture dan perkembangan seni bentuk lainnya,” ujar Emil (sapaan Ridwan Kamil) dalam sambutannya.
Hal tersebut semakin mengukuhkan fakta bahwa Kota Bandung sejak dahulu kala merupakan kota yang inklusif, terbuka akan keberagaman yang semakin memperkaya kreativitas menciptakan perubahan yang dinamis-kreatif.
Sementara itu, Kepala BI Jawa Barat Herawanto menambahkan, perubahan yang dinamis-kreatif itu juga tampak pada Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu gedung bernuansa Art Deco di kawasan Braga, salah satu ikon Paris Van Java.
“Gedung Bank Indonesia Jawa Barat yang dibangun tahun 1918 ini memiliki peran sebagai bangunan transisi yang menampilkan semangat perubahan dengan menampilkan bangunan yang mengkolaborasikan gaya barat serta unsur dekorasi timur (lokal),” tuturnya.
Perpaduan ini juga nampak pada desain Gedung Sate yang dibangun tahun 1920, dan Savoy Homann yang dibangun tahun 1939 sebagai bangunan yang juga sarat sejarah perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(rls/**)

0 Komentar