oleh

Uu: Ekonomi Syariah di Jabar Masih Lamban

CIANJUR – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur, di Hotel Grand Bydiel Cianjur, Sabtu (22/2/2020).

Dalam seminar tersebut bertemakan ‘Harmonisasi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Digital’. Wagub mengucapkan judul seminar yang diusung sangat relevan dengan pemerintah provinsi Jabar yaitu syariah dan digital.

“Digital masuk ke visi misi kami bahkan menjadi tagline. Yang ke dua syariah juga masuk ke dalam program kami yaitu tentang ekonomi yang bernuansa religi karena kami juara lahir dan batin. Kedatangan saya ke sini pun sebagai bentuk ucapan  terima kasih atas berkesinambungan Unsur dengan pemerintah provinsi Jabar, dengan harapan semakin membumingnya ekonomi syraiah,” kata dia kepada Wartawan.

Menurut UU, pergerakan dan populernya ekonomi syariah lamban, dan saat dijadikan bisnis oleh kaum muslim dengan landasan syariah tidak mampu menyaingin konvensional.

“Kalau dulu sebelum ada ekonomi syariah itu bertransaksi dengan perbankan atau ekonomi konvensional hukumnya madarat dikeluarkan fatwa oleh para ulama, karena tidak ada, terutama berhubungan dengan luar negeri. Mau ke mekah mau melaksanakan haji kalau tidak lewat perbankan kan tidak bisa, sementara perbankan syariah tidak ada. Maka patwa ulama NU dulu menyatakan bertransaksi dengan perbankkan konvensional hukumnya madarat,” jelas UU.

UU melanjutkan, setelah adanya ekonomi syariah seharusnya masyarakat berbondong-bondong dalam bertansaksi dalam perbankan lainnya kepada ekonomi syariah.

“Oleh karena itu harapan kami para mahasiswa dan mahasiswi yang belajar di Unsur harus menjadi pelopor, menjadi inisiator dan motivator serta memberikan pencerahkan kepada masyarakat tentang ekonomi syariah,” ucapnya.

Dikatakan UU, para kiyai di Jabar paham akan ekonomi syariah. Karena, dalam kitab takrib lana tutolibin sudah terjelaskan, namun aplikasinya yang agak sulit karena memang perlu para praktisi.

“Oleh karena itu, mahasiswa di samping memiliki teori tetapi juga bisa mengaplikasikan apa yang dipelajari di Unsur ini, sehingga ekonomi di Jabar tidak lamban seperti yang sekarang,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 sekaligus Plt Dekan Febi Unsur, Dading Zainal Ibrahim menjelaskan, kegiatan seminar nasional ini meupakan kalender tetap Febi Unsur yang setiap tahun dilaksanakan dan selalu ada penambahan.

“Tahun lalu seminar tingkat provinsi tahun ini tingkat nasional. Sebab di evaluasi hasilnya luar biasa, artinya antusias masyarakat umum luar biasa di dorong dengan rasa ingin tahu. Makannya kami menguncang narasumber yang kompeten untuk memberikan pencerahan mengedukasi masyarakat terutama mahasiswa agar lebih paham tentang konsep ekonomi syariah,” katanya.

Dading melanjutkan, sedikitnya ada 300 peserta yang tergabung dari mahasiswa Febi dan umum. Ia berharap kegiatan tersebut memebrikan efek atau pengaruh terutama kepada mahasiswa agar lebih paham konsep ekonomi syariah.

“Juga kepada masyarakat yang kesehariannya melaksanakan konsep-konsep ekonomi syariah, tidak hanya jargon ataupun moto tapi teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama pengelolaan dalam hal bidang ekonomi,” pungkasnya. (job3/nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *