Saling Lempar Pernyataan, Pengamat: Golkar Bermanuver

Saling Lempar Pernyataan, Pengamat: Golkar Bermanuver
0 Komentar

Menurutnya, sah-sah saja jika Ketua Fraksi Golkar berpendapat demikian. Namun, ada mekanisme yang harus ditempuh dan sampai saat ini belum dilakukan.

“Kalau misalkan ada keinginan Pak Herman disandingkan dengan Pak Tb Mulyana, sah-sah saja. Tetapi persoalannya kita tetap saja ingin kader murni yang menjadi F1-nya, bisa Pak AB (Ade Barkah Surahman-red) dan Pak Tb,” kata Isnaeni kepada cianjurekspres.net, Senin (6/1/2020).

Terkait dengan Herman Suherman, Isnaeni menegaskan harus ada kesepahaman dengan keinginan Partai Golkar. Bagaimana caranya partai berlambang pohon beringin itu di Pemilihan Legislatif 2024 meraih suara terbanyak dengan jumlah 12 kursi di parlemen.

Baca Juga:Memahami Gerak Pencitraan Politisi Jelang Pilkada 2020‘Mangkrak’ Setahun, Begini Kondisi TPS3R di Cianjur

“Itu tolong buktikan, pembuktiannya bisa dilakukan oleh Pak Plt. Belum ada, kesepahaman belum ada. Bagaimana kita mau ada satu keinginan Pak Plt bisa di Golkar kalau kesepahamannya saja belum dibikin,” ujarnya.

“Minimal ada rambu-rambu, saya punya visi atau rencana kalau saya dari Golkar akan membesarkan Golkar dengan cara begini. Janji politik seperti apa, tapi janji politik juga harus ditepati jangan janji politik gak pernah ditepati, saya takutnya nanti ditengah-tengah dia pindah,” sambung Isnaeni.

Lebih lanjut Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur itu mengatakan, meski ada perbedaan dengan Ketua Fraksi Golkar. Namun Isnaeni mengungkapkan memiliki persamaan, yaitu menginginkan kader.

“Posisinya F1 atau F2 harus melalui mekanisme dulu. Bisa saja nanti Pak Tb yang jadi bupatinya atau Pak AB. Pak AB dulu prioritasnya, baru Pak Tb. Nah, ada kuda hitam pasti. Misalkan kedua yang diprioritaskan tersebut setelah ditanya dan berdialog dengan mereka tidak bersedia, kita harus menunculkan kuda hitam. Siapa? yang pasti itu terbaik dari kader internal kita juga,” tukasnya.(hyt)

0 Komentar