Vila ‘Sumbang’ Tunggakan Listrik Capai 70 Persen

Vila 'Sumbang' Tunggakan Listrik Capai 70 Persen
ILUSTRASI
0 Komentar

CIANJUR – Tunggakan pembayaran listrik diwilayah Cipanas dan sekitarnya ternyata didominiasi pelanggan dari pemilik vila. Ribuan vila yang ada di kawasan wisata tersebut banyak yang menunggak pembayaran listrik.
Informasi yang berhasil dihimpun Cianjur Ekspres menyebutkan, vila-vila yang menunggak pembayaran listrik tersebut kebanyakan vila yang ditinggal pemiliknya.
“Kalau dulu memang dibayar oleh pengelola dan tidak ada masalah. Tapi sekarang menjadi tanggungjawab masing-masing. Karena pemiliknya jarang datang, sehingga pembayarannya juga terhambat,” kata Manajer ULP (Unit Pelayanan Pelanggan) PLN Cipanas Kardiman Nugraha saat ditemui Cianjur Ekspres baru-baru ini.
Menurut Kardiman, jumlah aset PLN setiap bulannya diwilayah ULP Cipanas mencapai sekitar Rp 15 miliar. Dari jumlah tersebut terjadi tunggakan berjalan setiap bulannya mencapai sekitar 150 juta.
“Dari jumlah tunggakan berjalan sekitar Rp 150 juta itu, 70 persennya merupakan pelanggan pemilik vila. Kita terus berupaya agar tunggakan itu bisa ditekan semaksimal mungkin,” kata Kardiman.
Salah satu upaya untuk menekan terjadinya tunggakan pembayaran listrik, khususnya yang tersambung ke vila-vila dilakukan dengan cara preventif. Sambungan listrik yang ke vila-vila itu diputus jika belum bayar tagihan selama dua bulan.
“Ini salah satu upaya yang kita lakukan. Kita juga terapkan migrasi dengan tanpa biaya. Jika pelanggan tersebut datang dan minta disambungkan, selain harus melunasi tunggakan kita migrasi dari pasca bayar ke prabayar,” tegasnya. (sri)

0 Komentar