Debit Air Jangari Menyusut

Debit Air Jangari Menyusut
AIR MENYUSUT: Debit air di genangan Waduk Jangari terus menurun hingga 20 meter, sehingga potensi kematian ikan di KJA semakin besar. (REDDY MUHAMMAD DAUD/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Debit air di Waduk Jangari Kecamatan Mande mulai berkurang. Akibatnya, angka kunjungan wisata juga merosot, dan diperparah dengan timbulnya kematian masal ikan yang dibudidyakan ribuan petani kolam jaring apung (KJA).
Wakil Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Jangari, Hendrawan, mengatakan, debit air Jangari mengalami penurunan hingga 20 meter seiring datangnya kemarau.
“Sangat berdampak mulai dari angka kunjungan wisatawan sampai petani budi daya ikan yang banyak tersebar di Waduk Jangari resah dengan surutnya air akibat kemarau,” katanya kepada wartawan, kemarin (31/7).
Seiring berkurangnya debit air menyebabkan angka kunjungan terutama wisatawan Timur Tengah, menurun tajam karena kualitas air waduk menjadi kotor dan bau sampah menyengat. “Kondisi ini tentunya tidak membuat nyaman wisatawan yang datang dan harus segera diatasi serta dicari solusinya karena setiap tahun selalu seperti ini,” katanya.
Pihaknya berharap solusi dari menurunnya debit air, tetap dapat meningkatkan angka kunjungan dengan cara membangun sarana dan prasarana penunjang agar wisatawan tetap datang.
“Sudah pasti pelaku usaha terutama pemilik perahu sangat mengeluh dengan kondisi seperti ini. Mereka berharap ada solusi yang manarik angka kunjungan wisatawan tetap tinggi,” katanya.
Sedangkan dampak luasnya berpotensi matinya jutaan ikan di waduk Jangari seperti tahun-tahun sebelumnya. Ikan yang dibudidayakan berpotensi kena virus dan mabuk karena kekurangan oksigen atau upwelling,” katanya.
Upwelling menjadi momok menakutkan bagi pembudi daya ikan di jaring terapung Jangari yang terjadi karena perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Perubahan cuaca mengakibatkan limbah pakan di dasar air bermunculan ke atas, sehingga menyebbakan ikan keracunan karena kekurangan oksigen. Selama ini, potensi perikanan di keramba jaring apung Jangari cukup bagus dengan hasil produksi mencapai 80 ton dan maksimal 100 ton lebih.(bay/red)

0 Komentar