oleh

Kemacetan Menyergap Dua Kawasan

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Kemacetan panjang yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Raya Bandung dan Jalan Raya Cipanas Cianjur, dikeluhkan para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Pasalnya, runtuyan kendaraan yang mencapai belasan kilometer ini menyebabkan terganggunya aktivitas para pengguna jalan.

Endi Cahyadi, 27, pengguna jalan asal warga Kecamatan Karangtengah, mengatakan, kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Bandung mulai dari lampu merah tugu pramuka hingga Kecamatan Haurwang, mengalami antrean panjang hingga belasan kilometer. Hal itu menyebabkan keterlambatan para pengguna jalan untuk melakukan rutinitasnya.

“Memang sering terjadi macet di wilayah ini, bahkan menyebabkan runtuyan kendaraan hingga belasan kilometer. Kondisi ini sangat mengganggu warga, terutama pengguna jalan seperti saya yang hendak melakukan aktivitas,” kata Endi.

Menurutnya, kemacetan seperti ini tidak tahu penyebabnya apa. Namun, hal seperti ini tentunya sangat mengganggu dan merugikan para pengguna jalan. “Tidak jelas penyebabnya apa, tapi saya duga ini terjadi karena pertigaan Pasar Ciranjang, dipertigaan itu banyak pengguna mobil yang parkir dan belok tidak beraturan,” ujar Endi.

Dia menjelaskan, selain pertigaan Pasar Ciranjang yang keluar masuk kendaraan, banyak parkir liar di bahu jalan Ciranjang, terlebih lagi angkutan bis yang ngetem di depan pertigaan Ciranjang.

“Seharusnya, ada rambu dan imbauan dilarang parkir diseputaran Ciranjang hingga tidak terjadi macet seperti sekarang ini. Saya yang biasa menempuh tidak lebih dari satu jam kini sampai tiga jam untuk lewat Ciranjang,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga diungkapkan Dedi Herdiansyah, 36, warga Gadog, Kecamatan Cipanas, permasalahan parkir yang berujung pada kemacetan kerap menyergap kawasan wisata kuliner di wilayah Pacet, Jalan Raya Cipanas. Dimana kemacetan ini disebabkan daya tampung parkir tempat makan tersebut yang tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang singgah.

Kemacetan bisa sampai tiga atau empat kilometer akibat badan jalan yang kerap dijadikan tempat parkir di kawasan wisata kuliner di jalan nasional tersebut. Kemacetan terparah bisa ditemui menjelang sore akhir pekan hingga malam hari. Berdirinya kawasan kuliner di wilayah Jalan Raya Pacet hingga saat ini tak diimbangi dengan pembangunan lahan parkir yang memadai.

“Macet kerap terjadi, terutama malam minggu atau pada musim liburan, saya melihat parkirnya sudah banyak yang di bahu jalan. Dua bahu jalan digunakan untuk parkir, hingga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang,” kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono, mengatakan, pihaknya sudah menyarankan agar setiap kendaraan yang parkir di kawasan wisata kuliner masuk dan tak meluber ke jalan nasional.

“Saya sudah imbau itu, kendaraan harusnya masuk ke dalam dan tak meluber ke jalan. Pihaknya akan memberlakukan tahapan dalam setiap penertiban kawasan parkir dengan mengedepankan pola persuasif kepada setiap pemilik kawasan kuliner di Pacet,” ungkap Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, selain di kawasan Pacet, pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk memberikan solusi terkait kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Bandung, yang sering mengalami runtuyan hingga belasan kilometer. (mg2/yhi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *