oleh

Daging Ayam Tembus Harga Rp 53 Ribu

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, berencana untuk melakukan sidak ke sejumlah peternakan dan distributor. Pasalnya, kenaikan harga daging ayam di tahun ini sudah menjadi rekor dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Perlu diketahui jika sehari menjelang Idul Fitri, harga daging ayam di pasar tradisional di Cianjur, meroket. Bahkan dari harga tertinggi beberapa hari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram, kini sudah menjadi Rp 53 ribu per kilogram.

Menurutnya, alasan klasik, yakni DOC, harga pakai, atau stok yang terbatas membuat pedagang menaikan harga seenaknya. Para oknum nakal pun dipastikan akan ditindak.

“Pasca-Idul fitri akan ada evaluasi, tapi sudah saya perintahkan kepala Disperindag untuk pantau lagi harga di pasar. Memang sudah sangat mahal, melebihi harga tertinggi tahun lalu. Makanya perlu sidak ke lapangan lagi usai lebaran,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Sementara itu, Andri Somantri, 32, pedagang daging ayam di Pasar Induk Pasirhayam (PIP) Cianjur, mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi ditingkat agen atau distributor. Akibatnya pedagang terpaksa menaikan harga jual karena harga tebus sudah mahal.

“Alasan distributor harga ditingkat peternak juga mahal dengan dalih DOC. Harapan kami harga naik penjualan tetap tinggi,” katanya.

Tetapi, menurut dia, untuk satu hari menjelang dan dua hari setelah lebaran, tingkat kebutuhan masih tinggi, sehingga pedagang tidak takut untuk menebus stok ke agen.

“Saat ini tingkat pemakaian tinggi karena kebutuhan untuk makanan wajib Hari Raya. Kalau lewat Hari Raya, kami perkirakan pemakaian akan menurun terlebih harga mahal,” katanya.

Astri Jayanti, 23, ibu rumah tangga warga Kelurahan Sayang, mengatakan meskipun harga daging ayam meroket, tetap saja dibeli karena dibutuhkan untuk lebaran. Dia berharap setelah lebaran harga kembali normal.

“Setiap hari raya harga melambung termasuk daging sapi, ayam dan cabai yang sudah meroket sejak satu pekan terakhir. Harapan kami pemerintah bisa mengendalikan harga dengan mencari titik masalah dari awal,” katanya. (bay/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.