Bagi Rahmat, perkembangan usaha dan kehadiran BRILink Agen tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Setelah memperoleh KUR BRI dan menjadi BRILink Agen, alhamdulillah usaha saya terus berkembang dan kebutuhan keluarga semakin terpenuhi. Ke depan, saya berharap usaha ini semakin maju sehingga saya dapat terus membantu masyarakat di sini memperoleh layanan perbankan dengan lebih mudah,” tambahnya.
Perkembangan usaha warung sembako milik Rahmat Hidayat melalui dukungan KUR BRI sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2025 bertajuk “Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM”. Riset tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan KUR dari BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga mencapai double digit.
Berdasarkan hasil riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2% debitur mengalami peningkatan omzet usaha. Bila dirinci, 45,9% responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5% – 15%. Hasil survei ini juga mengindikasikan bahwa aktivitas usaha pelaku UMKM terus menunjukkan tren perbaikan seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif.
Baca Juga:Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA di Universitas AirlanggaBIFA 2026, Direktur Utama Hery Gunardi Dinobatkan sebagai Best CEO Transformasi Ekosistem UMKM
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, melalui penyaluran KUR, BRI menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan.
“Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput,” ujar Akhmad.
