Danantara Indonesia Bakal Kelola Sampah TPA Mekarsari Cianjur jadi Waste to Energy

Danantara Indonesia Bakal Kelola Sampah TPA Mekarsari Cianjur jadi Waste to Energy
Ilustrasi Danantara Indonesia mengelola sampah di TPA Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. (Foto: AI)
0 Komentar

CIANJUR, Cianjur.jabarekspres.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Dananatara Indonesia untuk membangun pengolahan waste to energy (WtE) untuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Proyek WtE tersebut direncanakan mampu menghasilkan listrik sebesar 50.000 megawatt (MW).

Kepala DLH Kabupate Cianjur, Komarudin menjelaskan, pihaknya sudah dua kali rapat dengan Danantara terkait rencana proyek WtE di TPA Mekarsari.

“Hasil rapat kemarin dengan Danantara, kita hanya wajib menyediakan lahan dan pasokan sampah sebanyak 1.000 ton per hari,” kata Komarudin pada Cianjur Ekspres, Kamis, 6 November 2025.

Baca Juga:Produksi 750 Ribu Ton Gabah, Cianjur Diprediksi Capai Surplus Beras 20 PersenCapaian Program MBG di Cianjur Tembus 80 Persen, Penerima Manfaat Capai 88 Ribu

Menurutnya, dari 1.000 ton sampah yang diolah tersebut mampu menghasilkan listrik hingga sebesar 50.000 MW, dan Pemkab Cianjur bakal mendapatkan keuntungan hasil penjualan listrik ke PLN sekitar 0,5 persen.

“Jadi, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, PLN wajib untuk membeli listrik dari hasil pengelolaan sampah tersebut. Semua ada hitung-hitunganya,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang tercatat timbulan sampah yang ada di TPA Merkarsari mencapai 1.200 ton. Sedangkan sampah yang dihasilkan masyarakat Cianjur sebesar 600 ton per hari.

“Sementara ini kita mampu mengelola 300 ton sampah per hari. Karena terkendala dengan lahan, kebutuhan lahan di TPA Mekarsari mencapai 100 hektare, yang ada baru 30 hektare,” katanya.

Komarudin mengatakan, Pemkab Cianjur dan dinas terkait hingga saat ini masih berupaya untuk melalukan upaya pembebasan lahan di TPAS Mekarsari.

“Kita harap, pembebasan lahan dapat diselesaikan secepatnya. Karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cianjur luas untuk seluas 100 hektare, supaya rencana pembangunan WtE dapat terlaksana,” kata dia.

0 Komentar