LAMPUNG,CIANJUREKSPRES – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut tren pergerakan arus balik Lebaran 2025 lebih merata dibandingkan sebelumnya.
Hal ini disebabkan Kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah terbukti efektif dalam mendistribusikan arus perjalanan. Sehingga fleksibilitas waktu kepulangan, kepadatan di pelabuhan dapat ditekan.
“Dampak positif dari kebijakan WFA terlihat dari berkurangnya kepadatan di hari-hari tertentu. Trafik di pelabuhan lebih lancar dan terkendali,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, dalam keterangannya, Kamis 3 April 2025.
Baca Juga:Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran di Stasiun hingga Bandara14 Orang Daftar Calon Formatur DPD PAN Cianjur, Supriadi: Saya Siap Membawa Partai Ini Lebih Maju
Berdasarkan data Posko Bakauheni yang mencakup Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu selama 24 jam pada H+1 Lebaran, realisasi total penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 57.801 orang, turun 4,8 persen dari tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 14.866 unit, turun 5,0 persen dari 15.653 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejak H-10 hingga H+1 Lebaran, total penumpang yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 511.267 orang atau naik 1,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, total kendaraan tercatat 106.215 unit atau turun 3,5 persen dari tahun sebelumnya. Shelvy menegaskan bahwa ASDP telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran arus balik.
Dari Posko Merak, yang mencakup Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara, tercatat 39 kapal beroperasi pada H+1. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 37.202 orang atau naik 11,6 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua meningkat 27,7 persen menjadi 3.220 unit, sedangkan kendaraan roda empat naik 6,5 persen menjadi 4.967 unit.
Sejak H-10 hingga H+1, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 979.027 orang atau naik 3,5 persen dari tahun lalu. Total kendaraan mencapai 248.303 unit, naik 0,4 persen.
Shelvy kembali mengingatkan pentingnya disiplin pengguna jasa dalam mengikuti aturan perjalanan.
Di lintasan Jawa-Bali, arus balik dari Ketapang ke Gilimanuk pada H+1 mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang mencapai 37.943 orang atau naik 24,3 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang juga meningkat 24,7 persen menjadi 10.467 unit.
Delaying System
Baca Juga:Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan saat Arus Balik Libur Lebaran 2025Arus Mudik dan Wisata di Jawa Barat Meningkat Selama Periode Angkutan Lebaran 2025
Untuk menjaga kelancaran arus balik, ASDP menerapkan delaying system di delapan titik buffer zone dengan kapasitas total 1.560 kendaraan. Lokasi buffer zone terbagi menjadi dua kategori, yakni di jalan tol (Rest Area KM 87B, KM 67B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B) serta di jalan arteri (Gor Way Handak, Terminal Agrobisnis Gayam, dan RM Tiga Saudara).
