Polres Cianjur Imbau Warga Waspada terhadap Modus Penipuan APK Berkedok Ucapan Lebaran

modus penipuan APK
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto
0 Komentar

CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Maraknya modus penipuan digital dengan mengirimkan file aplikasi (APK) berbahaya melalui media sosial berisi ucapan hari lebaran, undangan, menawarkan hadiah, menjadi perhatian pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan pesan dari nomor tidak dikenal yang mengucapkan Hari Raya Idulfitri, menawarkan hadiah, undangan, atau promosi lainnya.

“Jika ada nomor tidak dikenal yang mengirimkan sesuatu yang menggiurkan di Whatsapp, Instagram, Telegram, atau yang lainnya, seperti ucapan hari raya, hadiah atau undangan, jangan langsung percaya dan jangan sembarangan mengklik. Jika ragu, lebih baik langsung blokir atau laporkan,” kata Tono saat dikonfirmasi Cianjur Ekspres pada Minggu 30 Maret 2025.

Baca Juga:Warga Cianjur Lakukan Tradisi Ziarah Kubur Saat IdulfitriRatusan Napi Lapas Kelas IIB Cianjur Dapat Remisi Lebaran, 2 Orang Bebas

Dia juga menjelaskan, selama korban tidak memberikan informasi sensitif seperti username, password, atau kode OTP, pelaku akan kesulitan untuk mengakses akun korban. Namun, jika data tersebut diberikan, risiko pencurian akun dan transaksi ilegal bisa terjadi.

“Penipuan siber seperti ini biasanya bertujuan untuk mencuri data pribadi hingga pencurian uang di m-bangking. Tapi selama korban tidak memberikan kode OTP, username, atau password, pelaku tidak akan mudah masuk ke akun mereka,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur mengklik atau mengunduh aplikasi mencurigakan, Tono menyarankan untuk tidak panik dan segera mengambil langkah pencegahan agar terhindar dari risiko lebih besar.

“Jika sudah terlanjur mengklik, jangan panik. Langkah pertama, segera hapus aplikasi yang mencurigakan itu. Setelah itu, bisa juga mereset perangkat untuk memastikan tidak ada malware yang tertinggal. Jika perlu, cabut kartu SIM sementara dan aktifkan verifikasi dua langkah di akun penting agar lebih aman,” tandasnya.

Tono menambahkan, jika masyarakat membutuhkan bantuan lebih lanjut, pihaknya siap membantu melalui layanan 110.

“Jika merasa dirugikan atau butuh bantuan lebih lanjut, segera laporkan ke pihak kepolisian melalui layanan 110. Kami akan memberikan saran dan langkah penanganan yang tepat agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber,” pungkasnya.(Cr1)

0 Komentar