CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Warga muslim Kabupaten Cianjur berbondong-bondong melakukan tradisi ziarah kubur saat Lebaran Idulfitri 1446 H/tahun 2025. Itu dilakukan untuk mendoakan orang tua, saudara, atau rekan yang sudah meninggal.
Tradisi ini terus dilakukan masyarakat muslim Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur, sejak zaman dulu hingga saat ini. Selain pada hari Lebaran, ziarah kubur kerap dilakukan oleh sebagian umat muslim pada hari Kamis Kliwon malam Jumat Legi.
Aceng (56), warga Kampung Batulayang, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, mengatakan, ziarah kubur sudah rutin dilakukan pada hari Lebaran terutama ke makam leluhur.
Baca Juga:Ratusan Napi Lapas Kelas IIB Cianjur Dapat Remisi Lebaran, 2 Orang BebasDi Cianjur, Petugas Kebersihan yang Bekerja di Hari Raya Idulfitri Dapat Uang Lembur
“Tradisi ziarah kubur tidak hanya menjelang bulan suci Ramadan dan saat Lebaran saja, melainkan suka dilakukan oleh sebagian orang pada hari Kamis Kliwon malam Jumat Legi,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Senin 31 Maret 2025.
Saat ziarah kubur, kata Aceng, para peziarah biasanya selalu melafalkan doa-doa untuk orang yang sudah tiada. Doa ziarah kubur tersebut seperti membaca tahlil, sholawat, atau surah-surah dalam Al-Qur’an, untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggal dunia.
“Kami menyakini banyak sekali manfaat bagi kita ketika ziarah kubur. Selain itu, kami yakin mampu memberikan manfaat bagi para leluhur yang sudah tiada,” ujarnya.
“Ziarah kubur secara tidak langsung akan mengingatkan kita bahwa akan datang kematian kapan pun, dan di mana pun manusia itu berada,” kata Aceng.(dik)