CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Sejumlah korban pergerakan tanah di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, mulai meninggalkan tempat pengungsian dan memilih untuk tinggal sementara di rumah saudaranya masing-masing sambil menunggu perbaikan rumahnya.
Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman, mengatakan, meski sejumlah korban pergerakan tanah sudah mulai meninggalkan tempat pengungsian. Namun masih ada beberapa orang yang tinggal di tenda.
“Untuk pengungsi saat ini sudah mulai meninggalkan tenda pengungsian, mereka banyak yang memilih untuk tinggal bersama saudara-saudaranya,” katanya kepada Cianjur Ekspres, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu 11 Desember 2024.
Baca Juga:Hasil Operasi 2024, Satpol PP Cianjur Berhasil Amankan Ribuan Rokok IlegalUpaya Bagian Hukum Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur
“Tapi, ada juga beberapa warga yang masih bertahan di tenda, karena mereka masih ada rasa ketakutan kalau tidur di rumah, karena katanya masih musim hujan dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sambung Nadir.
Nadir mengungkapkan, warga yang masih bertahan di tenda yaitu di Kampung Bobojong. Sementara untuk dua tenda lainnya sudah mulai ditinggalkan oleh pengungsi.
“Jadi untuk tenda yang masih diisi tinggal satu tenda pengungsian. Karena kemarin itu kami mendirikan tiga tenda di dua kampung yang terdampak pergeseran tanah,” katanya.
Sebagai informasi, bencana alam berupa tanah longsor dan pergeseran tanah yang terjadi di Desa Waringinsari, mengakibatkan sebanyak 17 rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, 52 rumah rusak ringan dan 118 rumah terancam.
Termasuk fasilitas umum, 2 mesjid Jami dan 1 musala, 2 fasilitas pendidikan, 2 jembatan, 1 ruas jalan desa, 5 ruas jalan dusun, dan 3 titik saluran air.
“Untuk jalan sudah mulai ada perbaikan, untuk rumah masih belum,” kata Nadir.
