CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, menyoroti banyaknya kejadian keracunan makanan di Kabupaten Cianjur. Dirinya menegaskan perlunya langkah antisipasi untuk kegiatan-kegiatan yang didalamnya ada pembagian konsumsi, terutama makanan.
“Ini adalah kejadian-kejadian yang meskipun tidak sering tetapi berulang, nah ini yang harus menjadi antisipasi untuk kegiatan-kegiatan yang di dalamnya itu ada pembagian konsumsi terutama makanan,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 10 Oktober 2024.
“Maka dari itu sebetulnya untuk proses penyediaan katering itu setidaknya melibatkan puskesmas setempat. Agar bisa memantau proses memasak makanan. Jadi minta tolong saja ke puskesmas perwakilannya untuk mendampingi ada saat memasak,” sambung Mulyana.
Baca Juga:Sinergi PLN dan PLN Icon Plus Perluas Layanan Digital dan Energi HijauKPU Cianjur Manfaatkan Media Sosial Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula Gen Z di Pilkada 2024
Sebab, menurutnya, cara mencuci wadah saja ada prosedurnya seperti harus pakai sabun, airnya juga harus mengalir untuk memastikan bahwa wadah itu bersih kemudian di pakai memasak. Bahan-bahan makanan yang dimasak juga harus higienis.
“Belum lagi cara memasaknya. Kalau kita lihat di proses katering itu kan selalu menggunakan penutup kepala, bajunya juga menggunakan baju khusus, pakai sarung tangan. Itu untuk menghindari kontaminasi terhadap makanan yang disajikan,” kata Mulyana.
Lebih lanjut Mulyana mengatakan, saat ada kejadian keracunan makanan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung menerjunkan tim dan yang pertama harus di tolong adalah korban untuk segera dibawa ke rumah sakit.
“Setelah mendapat laporan, kami menerjunkan tim ke sana, kemudian pertama yang harus dilakukan pesan saya adalah tolong dulu korban bawa ke rumah sakit, sembuhkan dulu. Yang lain-lain belakangan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat tujuh kasus keracunan makanan selama periode Januari-Oktober 2024 dengan korban meninggal dunia satu orang.
Penyebab keracunan rata-rata karena bakteri Escherichia Coli (E.coli) dari makanan yang tidak higienis.
