Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sukaresmi Turun Signifikan

angka kematian ibu
Puskesmas Sukaresmi. (Foto: Des/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, optimis angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Kecamatan Sukaresmi akan menurun setiap tahun.

“Kalau dilihat dari data (AKI dan AKB) sebelumnya ada penurunan yang cukup signifikan karena ada upaya yang dilakukan oleh lintas sektoral,” ungkap Ketua TPCB Dinkes Cianjur, Tito Nurtansa, kepada wartawan usai melakukan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) di Puskesmas Sukaresmi, Kamis (21/3).

Menurutnya, AKI dan AKB di wilayah Kecamatan Sukaresmi pada 2024 akan menurun, karena ada upaya yang signifikan yang akan dilakukan oleh berbagai sektor terutama oleh pemerintah desa.

Baca Juga:Banyak Guru Pensiun, SD di Cipanas Kekurangan Tenaga PendidikSetda Cianjur Latih Pemerintah Desa Cara Menyusun Perdes

“Harapannya untuk tahun 2024 (AKI dan AKB) akan turun lebih signifikan karena konsen pemerintah desa sangat baik, karena anggaran dana desa untuk kesehatan sangat menunjang,” tutur Tito.

“Termasuk anggaran dari Puskesmas melalui bantuan operasional kesehatan dari Kementerian Kesehatan sudah dikerahkan, sehingga kami optimis AKI dan AKB di Sukaresmi akan menurun signifikan,” tambahnya.

Tito menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi, penyebab terjadinya kematian ibu dan bayi di wilayah Sukaresmi, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ada faktor internal dan faktor eksternal. 

“Tapi setidaknya upaya yang sudah dilakukan pihak Puskesmas Sukaresmi dengan lintas sektor selama ini sudah sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Tito menambahkan, jumlah AKI di wilayah Sukaresmi pada tahun 2023 tercatat ada empat kasus, sementara untuk Januari 2024 hingga sekarang belum ada AKI.

“Januari hingga sekarang belum ada, mudah-mudahan tahun 2024 tidak ada AKI dan AKB. Apalagi peran lintas sektor seperti kepala desa dan OPD di Sukaresmi sangat aktif dan konsen terhadap kesehatan,” ungkapnya.

 

0 Komentar