Apakah Berbagi Makanan dengan Pasien HIV/AIDS Tertulas? Ini Penjelasannya

HIV AIDS
Designed by Freepik
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, menyebabkan terganggunya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap akhir dari infeksi HIV, di mana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah dan rentan terhadap infeksi berat.

Pertanyaan apakah berbagi makanan dengan seseorang yang hidup dengan HIV dapat menyebabkan penularan HIV, adalah topik yang perlu diperjelas.

Baca Juga:Ingin Awet Muda? Tidur yang CukupTips Kulit Sehat Selama Puasa, Tetap Gunakan Sunscreen Non-Komedogenik

Penularan HIV umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan susu ibu yang terinfeksi.

Jadi, secara teori, risiko penularan HIV melalui berbagi makanan dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sangat rendah atau bahkan hampir tidak mungkin.

Cairan tubuh seperti air liur, air mata, keringat, atau urine ODHA tidak mengandung kadar virus HIV yang cukup tinggi untuk menularkan virus, kecuali jika terdapat darah di dalamnya.

Karena itu, berbagi makanan atau minuman dengan ODHA tidak akan secara langsung menularkan HIV, kecuali ada kontak langsung dengan darah yang terinfeksi yang mungkin ada pada makanan atau minuman tersebut.

Namun demikian, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan terkait kesehatan umum ketika berbagi makanan dengan siapa pun, termasuk dengan ODHA:

Kebersihan

Pastikan makanan dan minuman yang dibagikan bersih dan terlindungi dari kontaminasi.

Hindari menggunakan alat makan yang sama tanpa dicuci bersih terlebih dahulu, karena ada kemungkinan risiko penularan penyakit lain yang bisa terjadi melalui kuman atau bakteri.

Baca Juga:8 Keutamaan Membaca Al-Quran Saat Ramadan, Salah Satunya Mendapat SyafaatKeutamaan Ramadan, Menyucikan Diri Secara Spiritual dan Fisik

Kesehatan Pribadi

Jika seseorang memiliki luka terbuka di mulut atau tenggorokan, risiko penularan penyakit apapun dapat meningkat, termasuk penyakit yang bisa ditularkan melalui darah.

Jadi, penting untuk menjaga kesehatan pribadi dan menghindari berbagi makanan jika memiliki luka terbuka di mulut.

Pendidikan dan Kesadaran

Mengetahui informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan cara penularannya adalah kunci untuk mengurangi stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA.

Pendidikan dan kesadaran tentang HIV/AIDS dapat membantu masyarakat untuk memahami risiko yang sebenarnya dan mengurangi ketakutan yang tidak beralasan.

0 Komentar