LKKNU Dampingi 1200 Penyintas gempa Cianjur

Editor:

CIANJUR, CIANJUREKSPRES- NU Peduli kemanusiaan melalui Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK PBNU) memberikan dukungan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi Cianjur, Jawa Barat.

Anggota LKK PBNU Nurmey Nurulchaq mengatakan dukungan psikososial oleh LKK PBNU bekerja sama dengan Kementerian Agama dan NU Care-LAZISNU. Tim terbagi dalam 3 pos pengungsian inti yang diikuti oleh 1200 partisipan yang rinciannya 700 peserta ibu rumah tangga serta 500 peserta anak-anak, tim ini bertugas selama bulan Januari 2023.

 

BACA JUGA: Link Twibbon Lato-Lato, Bikin Greget, Cocok Share ke Media Sosial

 

“Pendampingan psikososial di tiga pos pengungsian ini berdasarkan rekomendasi LPBINU dan LKKNU Kab. Cianjur. Selain bekerja sama dengan Kemenag, kami juga kerja sama dengan LAZISNU,” ungkapnya pada Jum’at (13/01/2022)

Adapun 3 pos pengungsian tersebut adalah Pesantren Aang Bayan Gekbrong, SD dan PAUD Mahfudzul Hayatiyah Galudra, dan Pesantren Buniaga Ciherang Pacet.

Nurmey menegaskan layanan dan dukungan psikososial menjadi support system pada situasi pasca gempa bumi. Selain itu diberikan aktivitas menyenangkan dan menenangkan kepada warga terdampak gempa bumi.

BACA JUGA: Anggota TNI Meninggal Saat Bersihkan Puing Bangunan Korban Gempa

Tidak hanya anak-anak, karena LKK PBNU berbasis keluarga maslahah, pendampingan menyasar semua usia dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, bahkan lansia.

“Kami LKK PBNU mengusung semangat ‘Bangkit Bersama Menuju Keluarga Maslahah’. Kegiatan dan semua yang disampaikan diarahkan dengan perspektif keluarga maslahah Annahdliyah,” ujar Nurmey yang juga seorang psikolog ini.

Pendampingan psikososial menurutnya semakin perlu diberikan mengingat dua bulan setelah gempa bumi, gejala trauma masih muncul. Hal itu ditemukan setelah tim memulai layanan dengan mengidentifikasi trauma awal yang muncul, kemudian diberikan rujukan dengan bantuan profesional.

Dalam pelaksanaannya pada tiap pos, kegiatan dan tim dibagi menjadi beberapa sesi. Satu sesi dilakukan kegiatan bersama anak-anak. Sesi lainnya adalah layanan konsultasi kepada remaja dan orang dewasa.

 

BACA JUGA: Sesosok Jenazah Korban Tertimbun Longsor Akibat Gempa Ditemukan di Cugenang

Pendampingan psikososial dimulai dengan melakukan pembekalan dukungan psikososial pada Rabu 4 Januari 2023. Pembekalan diberikan kepada para relawan LKK NU Cianjur IPNU, IPPNU dan PMII.

Tim LKK PBNU memberikan materi-materi kegiatan, bahan dan tools saat kegiatan, durasi waktu untuk mengadakan kegiatan bersama warga. “Jadi relawan sudah memiliki bekal untuk memberikan dukungan psikososial,” ujarnya.

Dengan pembekalan yang sudah diberikan, relawan memahami ketika melakukan suatu kegiatan A tujuannya apa. “Dari LKK PBNU sudah memberikan modul, waktu yang diperlukan langkah bahan yang diperlukan,” imbuh Nurmey.

Dia berharap dengan kegiatan selama satu bulan ini akan terlihat dampak layanan psikososial yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *