Komisi D Sebut 1.600 Ruang Kelas SD di Cianjur Rusak

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Sebanyak 1.600 ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur ternyata rusak. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana.

Atep mengatakan, banyaknya ruang kelas SD dan SMP di Kabupaten Cianjur dinilai tidak adanya keberpihakan anggaran perubahan di Kabupaten Cianjur untuk perbaikan.

Baca Juga: Harapan Lama Sekolah Rendah Penyebab IPM Cianjur Anjlok

“Saya juga kaget, ternyata setelah ditelusuri berdasarkan data untuk ruang kelas rusak untuk SD saja kurang lebih ada 1.600, sedangkan untuk tingkat SMP kisaran 300 ruang kelas,” kata Atep, saat ditemui di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (28/9).

Dikatakan Atep, setelah ditanya ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur ternyata baru akan melakukan pengajuan perbaikan di tahun 2023 nanti.

“Jadi, setelah kami tanya ke Disdikpora Cianjur baru akan melakukan pengajuan perbaikan di APBD tahun 2023 nanti,” katanya.

Atep mengatakan, jika pihaknya selaku legislatif tentu mendorong Pemkab Cianjur dalam hal ini Disdikpora agar tidak begitu mengharapkan APBD Cianjur melainkan harus mencari sumber dana lainnya semisal APBN yang dikelola Kementerian.

Baca Juga: Kisah Mitra Binaan Pertamina, Lestarikan Bisnis Makanan Legendaris

“Jadi saya berharap Disdikpora itu tidak hanya mengandalkan dari APBD, melainkan harus bisa mencari sumber dana lainnya misal dari APBN,” ungkapnya.

Menurutnya, begitu banyak bangunan ataupun ruang kelas SD – SMP yang kondisinya sudah rusak berat sehingga harus benar-benar ada penanganan atau perbaikan sesegera mungkin.

“Paling tidak, ada perbaikan terlebih dahulu bagi sekolah yang memang kondisinya rusak berat,” ujarnya.

Melihat kondisi anggaran yang dinilai sangat minim, Atep sempat memonitoring kegiatan zoomet antara bupati bersama para kepala sekolah. Bahwa Bupati Cianjur lebih menyarankan penggunaan dana bantuan operasional (BOS) disetiap masing-masing sekolah agar bisa digunakan untuk perbaikan sekolah yang sifatnya ringan.

“Saya melihat dari zoomet bupati dengan para kepala sekolah agar bisa mensiasati penggunaan dana BOS,” kata Atep.

Dikatakan Atep, sesuai dengan kewenangan pihaknya terus mendorong Pemkab Cianjur untuk mengalokasikan anggaran.

“Sebenarnya jika berbicara jumlah ruang kelas yang rusak misal untuk SD saja ada kurang lebih 1.600 yang rusak dan itu akan memakan waktu lama. Disini kami berharap agar Pemkab Cianjur bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah yang sifatnya rusak berat,” pungkasnya.(yis/sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *