Butuh Rp1,5 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Gantung di Desa Sukaluyu, Cikadu

Cianjurekspres.net – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Cianjur menyebut butuh anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk perbaikan jembatan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Cianjur yang panjangnya sekitar 75 meter.

Kepala Disperkim Kabupaten Cianjur, Cepi Rahmat, mengatakan, terkait dengan jembatan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, dari Dinas Perkim sudah melaksanakan cek lokasi atau survei lapangan.

“Kami sudah mengecek ke lapangan, mengetahui bentangnya kemudian rencana ke depan seperti apa sudah kami tindaklanjuti di proses perencanaan, yang tentunya nanti akan keluar besaran biaya yang diperlukan untuk menangani pembangunan kembali jembatan yang dimaksud,” kata dia kepada wartawan, Senin (8/8).

Baca Juga: Gebyar Vaksinasi Covid-19 BIN dan Puskesmas Mande di Empat Desa

Tentunya, lanjut Cepi, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari sumber dana yang bisa direalisasikan untuk pembangunan jembatan.

“Perkiraan kasar, karena dengan bentangan kurang lebih 75 meter dan kontruksi harus dibuat lebih tinggi dari yang semula,” ungkap Cepi.

Karena, lanjut Cepi, dengan kejadian banjir beberapa waktu yang lalu sehingga jembatan rusak, kurang lebih membutuhkan anggaran perkiraan kasar minimal Rp1,5 miliar.

“Jenisnya jembatan gantung, lebar 1,2 meter. Sehingga rencana bentangannya nanti sekitar 75 meter. Kalau lihat sungai mungkin ada sekitar 50 meter, jadi kita akan membuat jembatan di posisi yang aman,” paparnya.

Cepi mengungkapkan, saat ini kondisi jembatan tersebut dari hasil cek ke lapangan untuk semua struktur rusak semua, batas sudah tidak ada, bangunan bawah juga sudah retak semua. Sehingga harus dibuat baru.

“Rencana untuk pembangunan tergantung dari ketersediaan anggaran. Yang penting kami berupaya semaksimal mungkin, secepat mungkin mencari sumber dana dari mana pun akan kami upayakan semaksimal mungkin,” katanya.

Baca Juga: Hadir di Pesta Rakyat Simpedes, SuperApps BRImo Diminati Seluruh Lapisan Masyarakat

“Yang jelas sekarang kami sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR, salah satunya jembatan itu sudah diusulkan. Mudah-mudahan nanti dari mana saja bisa terealisasi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kampung Padasari, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu di wilayah Cianjur selatan, terpaksa harus menyeberangi sungai saat akan berangkat maupun pulang sekolah. Kondisi tersebut terpaksa mereka lakukan lantaran tidak ada jembatan penghubung untuk berangkat maupun pulang sekolah.

Aksi nekat tersebut dilakukan puluhan siswa SDN Padawaras, di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur. Para siswa terpaksa menerobos air sungai yang kerap meluap.

Tidak adanya akses jalan lain memaksa anak-anak di desa tersebut untuk mengalahkan rasa takut dan bertaruh nyawa demi menuntut ilmu. Para siswa harus melintas Sungai Ciujung dengan jarak sekitar 100 meter dengan air yang cukup deras.

“Setiap hari anak-anak harus menyeberangi sungai. Karena lokasi sekolah beda kecamatan,” kata Salah seorang Guru SDN Padawaras, Eyep (48), Sabtu (30/7).

Meski ada rakit (perahu), namun tak sedikit anak anak memilih melintas dengan berjalan menyeberangi sungai. “Kalau musim hujan turun kasihan sama anak-anak, karena air sungai sering meluap banjir, sehingga banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah, karena tidak ada jalan lagi,” terangnya.

Menurutnya, sejak tahun 2018 jembatan gantung sebagai akses satu-satunya warga yang menghubungkan antar kecamatan, yakni Kecamatan Cikadu, Kecamatan Cidaun dan Kecamatan Naringgul, hanyut akibat diterjang banjir bandang.

Namun, sejak jembatan tersebut roboh, hingga saat ini belum ada pembangunan baru, baik dari Pemkab maupun Provinsi.

“Kami berharap kepada pemerintah baik daerah, provinsi dan pusat tolong bantu kami, bangun kembali jembatan ini, karena kami dan warga lainya juga anak sekolah sangat membutuhkan jembatan gantung yang permanen,” harapnya. (dik/sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.