Bermula Bantu Koperasi TKI, Camilan Ahmad Fanani Berjejer di Rak Alfamart

Cianjurekspres.net – Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, jaraknya sekitar 45 kilometer dari pusat Kabupaten Karawang, Jawa Barat atau berkendara selama satu setengah jam menuju ke sana.

Cuaca khas daerah pesisir pantai yang kering dan lembab begitu terasa di desa ini. Mata pencaharian penduduk desa ini beragam, seperti petani, beternak, usaha kelontong dan banyak pula yang menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau lebih akrab disebut sebagai TKI.

Ahmad Fanani (48) adalah penduduk asli desa ini, latar belakang pendidikan yang dienyam sebagai santri membuat ia pernah pula bekerja menjadi TKI di Arab Saudi pada 1998 hingga 2001 lalu.

Melihat banyak penduduk desa yang memutuskan untuk tidak kembali menjadi TKI dan tidak mempunyai mata pencaharian tetap membuatnya mulai resah bagaimana cara agar saudara desanya bisa mandiri secara ekonomi.

“Saya sendiri mulai usaha kecil-kecilan dan sesekali memberi tahu cara membuat makanan kecil ke mantan TKI untuk dijual lagi, ternyata makin lama makin banyak yang ikut, padahal saya hanya sekedar membagi ilmu ala kadarnya saya saja,” ujarnya.

Berjalannya waktu, bermula dari kelompok itu, ia dirikan sebuah koperasi untuk mewadahi berbagai macam jenis usaha teman-teman TKI agar kebih terkoordinir dan memberi manfaat hasil merata ke semua anggota. Koperasi itu bernama Koperasi TKI Sahabat Bersama. Resmi berdiri di tahun 2016.

Di koperasi itu, para anggota membuat macam-macam makanan basah dan makanan kering (snack) untuk dijual di toko-toko yang ada di sekitar Desa Pasirjaya. Produk unggulannya adalah rengginang dan kripik sukun.

“Kalau cuma diedarkan ke toko-toko sekitar sini kurang bagus. Lalu saya cari cara bagaimana produk ibu-ibu ini bisa makin laris. Atas dasar itu saya beranikan untuk membawa contoh produk ke Alfamart Cabang Karawang,” tambahnya.

Persistensi, keuletan dan kualitas barang bertemu. Pada tahun 2018 Alfamart menerima produk rengginang dan kripik sukun produksinya untuk dijual di toko-toko Alfamart. Bermula di 20 toko saja.

“Dari situlah pintu kami untuk bisa memajukan koperasi dan kesejahteraan anggota. Alhamdulillah dari 20 toko, lalu ke 50 toko, hingga kini kami pasok ke 77 toko di sekitar Kabupaten Karawang. Insya Allah paling cepat April ini kami dipercaya Alfamart untuk pasok ke 720 toko di 4 Kabupaten, Karawang, Purwakarta, Indramayu dan Subang.” terangnya.

Produk itu dibuat oleh kelompok-kelompok anggota koperasi yang berjumlah 200 orang. Bukan hanya rengginang dan keripik sukun, produk lain yakni opak ketan juga mulai dipasarkan di Alfamart.

Menjadi anggota koperasi membawa manfaat bagi mantan TKI Desa Pasirjaya. Salah satunya adalah Armalah.

“Ya senang, saya ngga perlu kerja jauh dari keluarga sekarang, ikut bantu bikin kripik ternyata bisa bantu-bantu kebutuhan rumah,” katanya.

“Alfamart sangat terbuka bagi produk-produk lokal khas daerah untuk bisa masuk Alfamart. Selama memenuhi syarat dan legalitas yang ditetapkan. Bahkan kalau respon konsumen cukup baik, kami dengan senang ikut mengembangkan potensinya, seperti Pak Ahmad ini,” jelas Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman.

Kesempatan besar tentu ada pula tantangannya. Koperasi TKI Sahabat Bersama kini mencari tempat produksi yang lebih besar untuk mulai berproduksi dan menampung produk untuk mencukupi stok permintaan. Dan alat transportasi yang memadai untuk mengirim produk.

“Tapi kami kerja keras agar semua bisa lancar dan semua sesuai harapan,” tutup Ahmad Fanani.(rls/hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.