Penanganan Gizi Buruk dan Stuntingdi Cianjur Harus Multisektor

Penanganan Gizi Buruk dan Stuntingdi Cianjur Harus Multisektor
Sekretaris Dinas Kesehatan Cianjur, dr Yusman Faisal.
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Penanganan gizi buruk dan stunting membutuhkan penanganan dari multisektor. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, Rabu (15/12).

Yusman, penanganan kasus stunting atau gizi buruk yang sudah kronis membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun ke belakang.

“Jadi, penanganan kasus stunting atau gizi buruk ini prosesnya yang begitu panjang atau kurang lebih delapan hingga 10 tahun ke belakang,” ucapnya.

Baca Juga:Pemkab Cianjur Usulkan Raperda RPIK, Pansus 1 DPRD: Kawasan Industri Mengacu RTRWResiliensi Tinggi, BRI Dinobatkan Jadi BUMN Terbaik dan Dirut Raih Top National Banker

Menurutnya, jika kasus gizi buruk di tahun 2010 tidak tertangani, maka kasusnya di tahun 2021 ini. “Jadi memiliki riwayat yang panjang dan membutuhkan penanganan yang multisektor, tidak hanya Dinas Kesehatan. Misalkan sektor pendidikan, ekonomi, pertanian dan Dinsos,” ungkapnya.

Yusman mengungkapkan, penanganan gizi buruk dan stunting di Kabupaten Cianjur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sudah cukup signifikan.

“Artinya, kalaupun masih tinggi kasus gizi buruk atau stunting ini, akan tetapi dari tahun ke tahun capaian penurunannya lumayan siginifikan,” ujarnya.

Ditegaskan Yusman, Dinkes Cianjur pun saat ini membentuk satgas penanganan gizi buruk mulai dari tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Disini kami dari Dinkes Cianjur juga membentuk rembuk stunting, saya berharap untuk menangani kasus ini jangan sektor pemerintahan akan tetapi dari sektor swasta juga harus ikut andil,” tandasnya.(yis/hyt)

0 Komentar