Injabar Nilai Cisel Layak Menjadi CDPOB

Cianjur Selatan Sangat Layak Jadi CDPOB
Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Pemprov Jabar Dodit Ardian Pancapana Serahkan Hasil Akhir Kajian CDPOB Cianjur Selatan kepada Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin.(Foto/Herry Febriyanto)
0 Komentar

DIREKTUR Institut Pembangunan Jawa Barat (Injabar), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai secara objektivitas Cianjur Selatan sangat layak menjadi Calon Daerah Persiapan Otonom Baru (CDPOB), meski berdasarkan hasil kajian Kapasitas Daerah skor atau nilainya masih berada di bawah angka minimal 400 sesuai Rancangan Peraturan Pemerintah.

Hasil laporan akhir skor atau nilai kajian kapasitas daerah CDPOB Cianjur Selatan yang dipaparkan Injabar menunjukkan nilai 355.

“Sebetulnya sekarang juga belum memenuhi poin ya, dalam artian ada beberapa hal yang terkait bukan masalah di Cianjurnya sebetulnya, tapi instrumen dari Rancangan Peraturan Pemerintah Kementerian Dalam Negeri-nya yang belum selesai karena banyak instrumen yang error, ketika dimasukkan rumus itu error. Oleh karena itu bukan masalah ada ketersediaan data dan sebagainya tapi instrumen rancangan peraturan pemerintahnya yang bermasalah” ujar Yogi usai Expose Hasil Laporan Akhir Skor/Nilai Kajian Kapasitas Daerah (Kapasda) Calon Daerah Persiapan Otonom Baru (CDPOB) Cianjur Selatan di Pendopo Bupati Cianjur, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Kabar Baru CDOB Cisel, Tinggal Tunggu Persetujuan Bersama Gubernur dan DPRD JabarIPM Cianjur Masih Diposisi Terendah di Jawa Barat

Yogi mengungkapkan, beberapa instrumen RPP yang tidak ada di daerah seperti data PDRB Industri per kecamatan. Dimana datanya di Badan Pusat Statistik (BPS) tidak ada, karena tidak semua kecamatan ada industri. Lalu hidrologi yang hampir di daerah semuanya tidak ada.

“Mengukur air tanah ini datanya ada di Badan Informasi Geospasial (BIG) atau Energi Sumber Daya Mineral di Pemprov atau disini juga ada. Tapi mereka tidak punya data sumber air tanah. Paling tidak ada delapan (instrumen RPP). Paling menonjol air tanah, rata-rata air tanah itu gak ada datanya,” katanya.

“Tapi dari sisi objektivitas, saya melihat sangat sangat sangat layak (Jadi CDPOB-red) dibandingkan dengan daerah selatan yang lain,” sambungnya.(hyt/sri)

0 Komentar