oleh

Siswa SD Cianjur Bisa Tatap Muka, Herman: Asalkan Prokes Secara Ketat

Cianjurekspres.net – Pemerintah Kabupaten Cianjur, memberikan kelonggaran bagi siswa yang berusia di bawah 12 tahun supaya tetap bisa mengikuti pembelajaran tatap muka, dengan syarat sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita ada kelonggaran namun dengan beberapa syarat seperti prokes wajib diperketat, pembagian jam belajar, serta jumlah siswa yang tidak boleh lebih dari 50 persen,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (23/9/2021).

Dia amenjelaskan, pelonggaran diberikan supaya para siswa mendapatkan ilmu dari sekolah, sehingga pembelajaran bisa maksimal mengingat ada temuan sejumlah siswa belum bisa membaca padahal sudah duduk di bangku kelas 4.

“Semua demi kebaikan. Saya miris kemarin ketika sidak di salah satu sekolah SD, ada siswa kelas 4 tapi dia belum bisa baca. Mungkin akibat belajar dari tidak maksimal,” katanya.

Disisi lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Cianjur, Irvan Nur Fauzi, mengatakan, saat ini capaian vaksinasi bagi pelajar sendiri masih diangkat 5 persen atau 10 ribu orang dari target keseluruhan sebanyak 200 ribu orang.

“Capaian vaksinasi bagi pelajar baru 5 persen dari total keseluruhan sebanyak 200 ribu orang. 5 persen itu terdiri dari SMP, SMA dan Mahasiswa,” ucap dia.

Baca Juga: Taufik Hidayat: Kolaborasi dan Pemanfaatan Teknologi Percepat Vaksinasi

Sementara capaian vaksinasi bagi guru di Kabupaten Cianjur saat ini sudah mencapai 80 persen.

“Data jumlah keseluruhan guru yang menjadi target sasaran vaksin saya lupa. Tapi yang jelas sudah mencapai 80 persen. Tinggal memang beberapa yang tidak bisa divaksin akibat punya penyakit,” jelasnya.

Irvan mengaku, pihaknya terus berusaha memaksimalkan capaian vaksinasi khususnya tingkat pelajar supaya pendidikan di cianjur bisa kembali normal.

“Kita terus berusaha untuk memaksimalkan capaian vaksinasi bagi pelajar,” pungkasnya.(mg1/nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.